Indonesia dan Slowakia Teken Bebas Visa, Urusan Diplomatik Makin Sat-Set Tanpa Drama Birokrasi!
astakom.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono, menandatangani Persetujuan Bebas Visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas, serta menerima kunjungan resmi dari Juraj Blanár, Menteri Luar Negeri dan Urusan Eropa Republik Slowakia.
Langkah berani ini diambil untuk memangkas birokrasi yang ribet, sekaligus memperkuat fondasi kerja sama bilateral kedua negara agar semakin solid dan saling menguntungkan di masa depan.
Fokus Sektor Prioritas, Dari Ketahanan Pangan Sampai Keamanan
Selain menandatangani Persetujuan Bebas Visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas, kedua Menlu negara tersebut menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan kerja sama di bidang yang paling penting.Dalam pertemuan bilateral, Indonesia dan Slowakia mencapai kesepakatan untuk melakukan kerja sama konkret dalam bidang seperti transisi energi, kesehatan, ketahanan pangan, pertukaran pangan, people to people exchange, pengembangan infrastruktur, pertahanan dan keamanan.
Menlu Sugiono menyatakan, "Kami menyambut baik tawaran Slowakia untuk membentuk kemitraan strategis." Ucap Menlu Sugiono dikutip oleh astakom pada Kamis, (5/2/2026).
Revitalisasi Forum Konsultasi Biar Kerja Sama Makin Terstruktur
Selain itu, kedua Menlu mencapai kesepakatan untuk melakukan tindakan nyata dalam merevitalisasi mekanisme kerja sama.Hal ini termasuk mengaktifkan kembali Forum Konsultasi Bilateral.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kerja sama dilakukan lebih terorganisir dan berorientasi pada hasil.
Diharapkan bahwa penandatanganan Persetujuan Bebas Visa untuk Paspor Diplomatik dan Dinas akan meningkatkan kedalaman kerja sama.
Dukungan Penuh Aksesi Slowakia ke TAC ASEAN
Selain bekerja sama bilateral, Menlu Sugiono dan Menlu Blanár juga berdiskusi tentang perkembangan masalah regional dan global.Sejalan dengan Strategi Indo-Pasifik Slowakia dan mendukung sentralitas ASEAN, Indonesia mendukung akses Slowakia ke dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC).
Mempererat Hubungan Diplomatik yang Sudah Berjalan 3 Dekade
Kunjungan pertama Menteri Blanár ke Jakarta adalah tonggak penting dalam meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Slowakia, yang telah berlangsung selama lebih dari 30 tahun.Kedua belah pihak merasa sudah saatnya melakukan upgrade besar besaran dalam cara mereka bekerja sama agar lebih relevan dengan tantangan zaman sekarang.













