Konkret Gagas Gerakan Indonesia ASRI, Prabowo: Tertibkan Baliho-Spanduk di Daerah!
astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto tegaskan akan segera meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI dalam waktu dekat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bersih di tanah air.
Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan para kepala daerah mengenai ancaman darurat sampah.
Prabowo tegaskan gerakan Indonesia ASRI ini menekankan pada perubahan nyata di lapangan, mulai dari kebersihan lingkungan hingga penataan ruang publik, untuk dapat menarik minat wisatawan mancanegara.
“Dalam waktu dekat, saya sebetulnya mau melaunching apa yang saya sebut, Gerakan Indonesia ASRI aman, sehat, resik, indah. Resik saya tanya artinya apa, artinya bersih, tertib dan sebagainya," kata Prabowo.” ujar Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, kemarin (2/2/2026).
Pelaksanaan Indonesia ASRI
Dalam pelaksanaannya, Prabowo ingin menekankan peran aktif seluruh instansi pemerintah untuk menjadi contoh. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah kegiatan kerja bakti atau korve secara rutin, termasuk melibatkan sekolah-sekolah.
Menurut Prabowo, kegiatan bersih-bersih tidak perlu memakan waktu lama. Namun, jika dilakukan secara serentak dan masif, dampaknya akan sangat besar.
Lebih lanjut, Pemerintah akan menambahkan sarana pendukung seperti gerobak sampah, hingga truk pengangkut untuk mendukung kelancaran gerakan tersebut.
"Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah nggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan itu, cepat itu. Modalnya nanti apa, modalnya gerobak-gerobak, truk-truk sampah, dan sebagainya," terang Prabowo.
Penertiban baliho, spanduk, dan reklame
Selain itu, Gerakan Indonesia ASRI juga mencakup penertiban baliho, spanduk, dan reklame yang dinilai sudah berlebih dan mengganggu keindahan kota-kota.
Presiden juga menyoroti kondisi sejumlah daerah yang dinilainya nyaris seragam akibat maraknya spanduk dan iklan berukuran besar di ruang publik.
"(Ada spanduk bertuliskan) 'ayam goreng, pesen satu dapat satu free', kenapa harus besar-besar sih? Turis dateng nggak mau lihat spanduk. Bogor itu dulu kota paling indah. Bung Karno lebih senang di Bogor daripada di Jakarta," tegas Prabowo.Menurutnya, penataan reklame harus dilakukan secara tertib dan persuasif dengan melibatkan pelaku usaha, serta asosiasi.
Melansir astakom.com, Prabowo juga ikut memerintahkan semua menteri dan kepala lembaga untuk membiasakan budaya kebersihan di lingkungan masing-masing. Minimal, ribuan aparatur sipil negara (ASN) bisa ikut menjaga agar tidak membuang sampah sembarangan.













