astakom.com, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng berbagai kementerian dan lembaga untuk menata pasokan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang Ramadhan, guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil.
“Saya koordinasi juga dengan Kementerian Pertanian agar kita bisa mengatur bahan apa yang kita anjurkan untuk dikonsumsi,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana dalam keterangannya, dikutip redaksi astakom.com, Selasa (3/2/2026).
“Lalu bahan apa yang harus ditahan dulu menjelang Ramadhan, bahan apa yang harus kita alihkan dulu untuk digantikan dengan penggantinya agar harga tetap stabil,” tambah Dadan dalam keterangannya.
Rencana lansia dan disabilitas dapat MBG
Dadan juga memaparkan rencana perluasan penerima manfaat MBG yang akan menyasar lansia dan disabilitas yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos).
Saat ini, BGN tengah berkomunikasi dengan Kementerian Sosial untuk mengatur mekanismenya.
“MBG ini sudah menyasar ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, seluruh anak sekolah sampai usia 18 tahun, seluruh anak putus sekolah sampai usia 18 tahun, serta disabilitas,” ujar Dadan.
“Terkait mekanisme pemberian pada lansia menjadi tugas Kemensos, tetapi kita akan integrasikan bagaimana caranya agar dalam satu kesatuan ini bisa diberikan di dalam satu daerah,” tambahnya.
MBG menggerakkan ekonomi masyarakat
Ia menyebutkan, pada Januari 2026 saja, BGN sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp19,5 triliun.
Menurutnya, hal itu membuktikan MBG tidak hanya meningkatkan gizi, melainkan juga menggerakkan perekonomian di masyarakat karena uang dari APBN langsung turun menyasar masyarakat.
“Sebagai contoh, ternyata wirausaha yang bergerak di bidang sabun ini banyak sekali sekarang karena kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu banyak, satu hari membutuhkan kurang lebih 25 liter sabun, jadi banyak wirausahawan baru yang bergerak untuk memproduksi sabun dan diuntungkan karena program ini,” pungkas Dadan.

