Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Jelang Ramadhan, BGN Menata Pasokan Bahan Baku MBG untuk Jaga Stabilitas Harga

astakom.com, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng berbagai kementerian dan lembaga untuk menata pasokan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang Ramadhan, guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil.

“Saya koordinasi juga dengan Kementerian Pertanian agar kita bisa mengatur bahan apa yang kita anjurkan untuk dikonsumsi,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana dalam keterangannya, dikutip redaksi astakom.com, Selasa (3/2/2026).

“Lalu bahan apa yang harus ditahan dulu menjelang Ramadhan, bahan apa yang harus kita alihkan dulu untuk digantikan dengan penggantinya agar harga tetap stabil,” tambah Dadan dalam keterangannya.

Rencana lansia dan disabilitas dapat MBG

Dadan juga memaparkan rencana perluasan penerima manfaat MBG yang akan menyasar lansia dan disabilitas yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

Saat ini, BGN tengah berkomunikasi dengan Kementerian Sosial untuk mengatur mekanismenya.

“MBG ini sudah menyasar ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, seluruh anak sekolah sampai usia 18 tahun, seluruh anak putus sekolah sampai usia 18 tahun, serta disabilitas,” ujar Dadan.

“Terkait mekanisme pemberian pada lansia menjadi tugas Kemensos, tetapi kita akan integrasikan bagaimana caranya agar dalam satu kesatuan ini bisa diberikan di dalam satu daerah,” tambahnya.

MBG menggerakkan ekonomi masyarakat

Ia menyebutkan, pada Januari 2026 saja, BGN sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp19,5 triliun.

Menurutnya, hal itu membuktikan MBG tidak hanya meningkatkan gizi, melainkan juga menggerakkan perekonomian di masyarakat karena uang dari APBN langsung turun menyasar masyarakat.

“Sebagai contoh, ternyata wirausaha yang bergerak di bidang sabun ini banyak sekali sekarang karena kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu banyak, satu hari membutuhkan kurang lebih 25 liter sabun, jadi banyak wirausahawan baru yang bergerak untuk memproduksi sabun dan diuntungkan karena program ini,” pungkas Dadan.

Gen Z Takeaway
BGN lagi main strategi jelang Ramadhan dengan koordinasi lintas kementerian buat ngatur pasokan bahan MBG supaya harga pangan tetap stabil, dari nentuin bahan yang dianjurkan sampai opsi substitusi. Program MBG juga siap diperluas ke lansia dan disabilitas bareng Kemensos, melengkapi penerima yang sudah ada.

Feed Update

Kemenkes Dukung PP Tunas, Soroti Dampak Kesehatan Anak

astakom.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan dukungannya terhadap penguatan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang tengah didorong pemerintah melalui sejumlah...

Para Aktivis Internasional Apresiasi Presiden Prabowo: Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah!

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Rencana Presiden...

Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Populasi Gajah Sumatera dan Kalimantan

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Hal itu...

Tetap Pantau Konflik Timur Tengah! Kemenpar Pastikan Wisata Indonesia Tetap Aman Buat Traveler

astakom.com, Jakarta – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang ikut dipantau pemerintah karena berpotensi memengaruhi mobilitas perjalanan global. Meski...

KPK Periksa Ketum PP Japto Soerjosoemarno, Dalami Dugaan Gratifikasi Tambang di Kukar

astakom.com, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan penerimaan keuntungan dari hasil tambang di Kutai Kartanegara (Kukar) oleh Ketua Umum (Ketum) Pemuda Pancasila...

KSP Nilai Indonesia Aman di Tengah Konflik Timur Tengah: Presiden Prabowo sangat Visioner!

astakom.com, Jakarta — Memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menilai bahwa Indonesia...