Sony Patenkan Controller PlayStation Tanpa Tombol Fisik, Isyarat Arah Baru Perangkat Gaming

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Senin, 2 Februari 2026 | 21:40 WIB
Sony Patenkan Controller PlayStation Tanpa Tombol Fisik, Isyarat Arah Baru Perangkat Gaming
Controller PlayStation by Sony Tanpa Tombol Fisik? Paten Baru Terungkap Awal 2026 (astakom/Ilustrasi Joeyhan)

astakom.com, Techno - Sony Interactive Entertainment kembali memperlihatkan arah inovasinya di industri gim setelah memperoleh paten terbaru untuk konsep kontroler PlayStation tanpa tombol fisik. Informasi tersebut terungkap melalui dokumen paten yang dipublikasikan oleh United States Patent and Trademark Office (USPTO) pada 27 Januari 2026.

Dalam paten tersebut, Sony memaparkan rancangan kontroler yang sepenuhnya mengandalkan permukaan sentuh dan sistem sensor.

Tidak ada tombol mekanis konvensional seperti D-pad, tombol aksi, maupun stik analog. Seluruh input permainan dirancang berbasis sentuhan dan interaksi langsung tangan pengguna.

Paten ini menambah daftar eksplorasi teknologi Sony di bidang perangkat keras gim. Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait realisasi konsep tersebut menjadi produk komersial atau keterkaitannya dengan konsol PlayStation generasi berikutnya.

Konsep controller berbasis permukaan sentuh

Dokumen paten bernomor US 12,533,573 menjelaskan konsep gamepad dengan permukaan sentuh kapasitif yang mampu mendeteksi berbagai jenis input, mulai dari sentuhan ringan, ketukan, gesekan, tekanan, hingga gestur tertentu seperti mencubit. Seluruh perintah permainan diproses tanpa kehadiran tombol fisik.

Media teknologi internasional Gadgets360 melaporkan bahwa paten ini menggambarkan pendekatan Sony untuk menggantikan input mekanis dengan sensor dan antarmuka sentuh yang lebih fleksibel.

Media tersebut menyoroti bahwa desain ini memungkinkan kontroler berfungsi sebagai antarmuka yang dapat dikonfigurasi sepenuhnya oleh pengguna, meski belum ada kepastian implementasinya ke perangkat PlayStation tertentu.

Tata Letak tombol virtual yang adaptif

Salah satu aspek utama dalam paten ini adalah penggunaan tombol virtual yang bersifat dinamis. Tata letak kontrol tidak ditetapkan secara permanen, melainkan dapat menyesuaikan dengan cara pemain menggenggam kontroler dan posisi jari saat digunakan.

Media teknologi Belanda PlaySense menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan tombol virtual muncul dan berpindah secara otomatis berdasarkan posisi tangan pengguna. Tata letak kontrol dapat berubah sesuai kebutuhan, sehingga pengalaman bermain menjadi lebih personal dan tidak bergantung pada satu pola desain tertentu.

PlaySense menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan kontroler membaca posisi tangan, genggaman, dan pergerakan jari pemain secara real-time.

“Tombol virtual akan muncul secara dinamis berdasarkan bagaimana pengguna memegang kontroler. Tata letaknya tidak bersifat tetap, tetapi menyesuaikan posisi tangan, genggaman, dan penggunaan ibu jari,” dikutip dari web PlaySense, Senin (02/02/2026).

Hal tersebut berpotensi memberikan pengalaman bermain yang berbeda bagi setiap pemain, tergantung pada kebiasaan, ukuran tangan, dan gaya interaksi masing-masing.

Menjawab keterbatasan controller konvensional

Dalam dokumen patennya, Sony juga menyinggung keterbatasan kontroler dengan tata letak tombol tetap. Desain konvensional dinilai tidak selalu nyaman atau optimal bagi semua pengguna, terutama bagi pemain dengan preferensi genggaman yang berbeda atau kebutuhan aksesibilitas tertentu.

Sejumlah media teknologi internasional, termasuk Shortlist dan TweakTown, menilai bahwa paten ini menunjukkan upaya Sony untuk menghadirkan kontroler yang lebih adaptif dan inklusif. Namun, laporan-laporan tersebut juga menekankan bahwa paten tidak selalu berarti produk akan diproduksi secara massal.

Hingga saat ini, Sony belum mengaitkan paten tersebut dengan PlayStation 6 atau konsol lain, dan belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana pengembangan lebih lanjut.

Gen Z Takeaway
Sony resmi mematenkan konsep kontroler PlayStation tanpa tombol fisik yang sepenuhnya mengandalkan permukaan sentuh dan tombol virtual adaptif. Fokus utamanya ada pada fleksibilitas, personalisasi, dan aksesibilitas pengalaman bermain. Meski masih sebatas paten dan belum tentu dirilis sebagai produk, konsep ini memberi gambaran jelas tentang arah riset Sony dalam menyiapkan pengalaman gaming yang lebih personal di masa depan.

Controller PlayStation PS Sony Sony Patenkan Controller PlayStation Techno

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB