Soal IHSG Ambruk hingga 8 Persen, Bareskrim Polri Dalami Potensi Pidana Didalamnya
astakom.com, Jakarta — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengatakan, akan mendalami soal potensi pidana terkait anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8 persen beberapa waktu lalu.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak menegaskan kasus mengenai saham ini jadi salah satu fokus dari direktoratnya.
“Pasti, dan beberapa perkara terkait dimaksud sudah menjadi konsen penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri untuk ditangani dan bahkan sudah P21 serta sedang bergulir persidangannya saat ini,” ujar Ade dalam keterangannya, dikutip redaksi astakom.com, Senin (2/2/2026).
“Saat ini pun, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas beberaoa perkara serupa,” tambah Ade.
Polri akan segera mengusut
Ade juga menegaskan Polri akan mengusut setiap kasus secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Meski begitu, ia belum bicara banyak soal detail pengusutan yang dilakukan Dittipideksus Bareskrim.
“Nanti kita update jika sudah kami ungkap yang sedang kami tangani,” ujar Ade.
Sebelumnya diketahui Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan saham selama dua hari berturut-turut menyusul anjloknya IHSG hingga menembus 8 persen.
Tanggapan Purbaya soal IHSG menurun
Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dalam hal ini trigger utamanya yaitu isu transparansi pasar dan maraknya praktik “goreng” saham. Sehingga ini memicu kepanikan investor.
Purbaya bilang kalau sikap atas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) jadi pemicu utama panic selling di pasar.
Jadi kebanyakan investor menganggap kalau bursa Indonesia masih punya masalah transparansi dan tata kelola.
“Ya menurut saya IHSG kan jatuh karena berita yang MSCI yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham segala macam kan. Persyaratan mereka ya itu manajemen bersih dan free float-nya berapa persen,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip pada Kamis (29/1/2026).











