Hari ke-10 Pencarian Korban Longsor Cisarua, Total 80 Kantong Jenazah Berhasil Dievakuasi
astakom.com, Jakarta — Memasuki hari ke-10, tim SAR gabungan terus mengupayakan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Pencarian terus dilakukan hingga Jumat, (6/2/2026). Proses evakuasi dinyatakan belum final karena identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) masih berjalan.
Incident Commander Longsor Cisarua, Ade Zakir, mengatakan jumlah kantong jenazah yang ditemukan tidak otomatis sama dengan jumlah identitas korban, karena itu pencarian tetap diteruskan sambil menunggu hasil pencocokan data forensik.
“Pencarian tetap dilanjutkan karena belum semua jenazah teridentifikasi. Bisa saja dua kantong jenazah itu satu identitas, ujar Ade Zakir di lokasi, Senin (2/2/2026).
80 Body bag dievakuasi
Menurut Ade, data resmi korban mengacu pada daftar warga hilang, bukan semata jumlah body bag yang sudah dievakuasi. Hingga kini, tim posko terus memperbarui data berdasarkan hasil identifikasi DVI.
“Bodypack mencapai 80, tapi yang teridentifikasi sebagai warga belum tentu 80. Catatan kita korban warga itu 80 orang. Kita fokus mencocokkan data dari DVI,” ujarnya.
Ia menegaskan, operasi pencarian diperpanjang berdasarkan kesepakatan lintas instansi dalam rapat koordinasi di Posko Basarnas.Seluruh unsur SAR berkomitmen menuntaskan pencarian hingga batas waktu yang ditetapkan.
Tantangan identifikasi jenazah
Sementara itu, tim DVI per hari ini telah berhasil mengidentifikasi 58 jenazah korban. Proses identifikasi juga terdapat kendala.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan kondisi jenazah yang telah berada di lokasi lebih dari enam hari menjadi tantangan tersendiri dalam proses identifikasi karena telah mengalami pembusukan dan perubahan jaringan.
Meski demikian, berbagai metode forensik masih memungkinkan digunakan sehingga proses identifikasi tetap dapat berjalan.
"Namun, sejauh ini, berdasarkan koordinasi dengan tim antemortem dan postmortem, belum terdapat kendala yang tidak dapat diatasi karena berbagai teknik masih dapat digunakan untuk mencari data identitas fisik," ucapnya.













