Chatbot AI di WhatsApp Sekarang Udah Ga Free Lagi! Meta Mulai Tarik Biaya, Italia Pertama

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Kamis, 29 Januari 2026 | 16:13 WIB
Chatbot AI di WhatsApp Sekarang Udah Ga Free Lagi! Meta Mulai Tarik Biaya, Italia Pertama
Chatbot AI di WhatsApp Sekarang Udah Ga Free Lagi! Meta Mulai Tarik Biaya, Italia Pertama (astakom/Ilustrasi Joeyhan)

astakom.com, Jakarta — Meta resmi mengambil langkah baru dalam monetisasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di WhatsApp. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu akan mulai mengenakan biaya kepada pengembang chatbot AI pihak ketiga yang beroperasi di WhatsApp, dengan Italia menjadi negara pertama yang menerapkan kebijakan tersebut.

Kebijakan ini muncul setelah Meta sebelumnya memberlakukan larangan terhadap chatbot AI pihak ketiga di WhatsApp secara global pada Kamis, (15/1/2026).

Langkah tersebut kemudian memicu perhatian regulator Eropa, khususnya di Italia, yang menilai kebijakan itu berpotensi menghambat persaingan di sektor teknologi AI.

Menanggapi tekanan tersebut, Meta membuka kembali akses chatbot AI pihak ketiga melalui WhatsApp Business API, namun dengan model penarifan per pesan yang dibebankan langsung kepada pengembang, bukan kepada pengguna WhatsApp secara umum.

Dalam pernyataan resminya, Meta menegaskan kebijakan ini hanya diterapkan di wilayah tertentu.

"Di tempat di mana kami secara hukum diwajibkan menyediakan chatbot AI melalui API bisnis, kami memperkenalkan harga bagi perusahaan yang menggunakan platform kami,” kata Meta, dilansir dari TechCrunch pada Kamis, (29/1/2026).

Sempat diblokir, sekarang boleh jalan tapi kena tarif

Langkah Meta ini tidak lepas dari intervensi Italian Competition Authority (AGCM). Otoritas persaingan usaha Italia sebelumnya meminta Meta menangguhkan kebijakan pelarangan chatbot AI pihak ketiga, karena dinilai berpotensi menguntungkan layanan AI milik Meta sendiri dan merugikan pengembang lain.

Sebagai jalan tengah, Meta akhirnya membuka kembali akses chatbot AI pihak ketiga, namun tetap menerapkan kontrol melalui skema biaya per penggunaan di WhatsApp Business API.

Mulai 16 Februari, setiap respons AI dikenai biaya

Mengutip laporan TechCrunch, Meta akan mulai menerapkan tarif chatbot AI pada 16 Februari 2026. Pengembang akan dikenakan biaya sekitar US$0,0691 atau setara €0,0572 (Rp1.159).

TechCrunch mencatat, biaya ini berada di luar tarif pesan template yang sebelumnya sudah diberlakukan WhatsApp untuk keperluan pemasaran, utilitas, dan autentikasi. Skema ini berpotensi membuat tagihan pengembang meningkat signifikan jika chatbot AI melayani ribuan interaksi setiap hari.

Baru Italia, tapi bisa jadi contoh global

Meta menegaskan bahwa kebijakan penarifan chatbot AI ini belum diterapkan secara global dan saat ini masih terbatas di Italia sebagai wilayah uji coba.

Namun, TechCrunch menilai langkah tersebut berpotensi menjadi preseden bagi wilayah lain, jika Meta menghadapi tekanan serupa dari regulator di negara lain terkait akses chatbot AI di WhatsApp.

Hingga kini, Meta belum mengumumkan jadwal penerapan kebijakan ini di luar Italia.

Gen Z Takeaway
AI di WhatsApp masih bisa jalan, tapi sekarang setiap balasan ada ongkosnya. Italia jadi arena percobaan setelah regulator turun tangan, dan developer harus siap mikir ulang soal biaya operasional. Kalau negara lain ikut ngatur, bayar per chat AI bisa jadi aturan baru di aplikasi chat favorit semua orang.

chatbot AI Chatbot AI di WhatsApp Whatsapp WhatsApp Business API

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB