Menlu Sugiono Spill RI Join Board of Peace 3 Tahun Gratis, Gak Ada Iuran USD 1 Miliar!
astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan klarifikasi penting soal posisi Indonesia di kancah global. Bertempat di Gedung DPR RI pada Selasa kemarin, beliau menegaskan bahwa bergabungnya tanah air ke dalam Board of Peace (BoP) murni merupakan langkah taktis untuk mempercepat kemerdekaan serta kedaulatan warga Palestina.
“Intinya adalah Indonesia menginginkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ucap Menlu Sugiono dikutip oleh astakom pada Rabu, (28/1/2026).
Menariknya lagi, keikutsertaan kita di dewan perdamaian ini dipastikan tanpa pungutan biaya sepeser pun, sehingga Indonesia bisa makin all out menyuarakan perdamaian dunia tanpa harus terbebani urusan iuran yang sering jadi omongan miring di media sosial.
Menlu Sugiono secara gamblang mematahkan isu miring terkait kewajiban membayar USD 1 miliar, dengan menjelaskan bahwa status keanggotaan ini bersifat invitation-only yang berlaku selama tiga tahun penuh secara cuma-cuma.“Tidak, tidak ada (iuran). Itu semua negara yang diundang, itu entitled untuk menjadi member selama 3 tahun,” kata Sugiono
Diplomasi Sat-Set Tanpa Iuran Miliaran Rupiah
Isu soal tagihan iuran fantastis buat masuk ke organisasi internasional ini resmi di-kick oleh Menlu Sugiono.Beliau menjamin kalau semua negara yang dapet undangan bergabung ke dalam Board of Peace punya hak istimewa buat jadi member tanpa perlu bayar pajak keanggotaan selama periode awal.
Hal ini tentu jadi keuntungan besar bagi posisi tawar Indonesia, karena kita bisa dapet kursi di meja perundingan elit dunia sambil tetep menjaga anggaran negara tetep aman dan efisien.
Kompas Politik Luar Negeri Tetap Fokus Palestina
Meskipun bergabung dengan badan baru, “kompas” arah kebijakan luar negeri Indonesia dipastikan nggak bakal melenceng dari komitmen awal.Menlu Sugiono menegaskan bahwa keterlibatan kita di BoP adalah cara paling konkret buat menyuarakan jeritan rakyat di Gaza secara lebih sistematis.
“Tentu saja arah kompas kita tetap two-state solution. Konflik ini terjadinya sudah lama. Puluhan tahun, karena itu pasti ada langkah-langkah super taktis yang harus kita lakukan,” ucapnya.
Restu Presiden Prabowo untuk Stabilitas Internasional
Keputusan besar ini nggak muncul tiba-tiba, melainkan hasil pertimbangan matang Presiden Prabowo Subianto yang pengen Indonesia punya peran “penengah” yang disegani.“Presiden memutuskan untuk ikut partisipasi. Kalau kita lihat kronologinya, bahwa pembentukan Board of Peace ini merupakan upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza pada Khususnya Palestina, termasuk upaya rekonstruksi,” tutur Menlu Sugiono.
“Kita sejak awal merupakan negara yang peduli pada perdamaian, pada stabilitas internasional dan khususnya pada situasi yang terjadi di Palestina. Karena Board of Peace ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut maka kita harus ada di dalamnya,” tegas Menlu.
Menepis USD 1 Miliar di Gedung Parlemen
Menlu Sugiono memastikan bahwa partisipasi ini adalah murni dedikasi politik untuk kemanusiaan, bukan transaksi finansial.Juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela ikut mengungkapkan bahwa Indonesia tidak harus membayar untuk join dalam Board of Peace .
“Pada dasarnya kontribusi anggaran tersebut bersifat sukarela, dan tanpa iuran pun tetap bisa menjadi anggota Dewan Perdamaian,” jelas Vahd Nabyl.













