Wali Kota Metro Lampung Siapkan Lahan Permanen untuk Sekolah Rakyat di Wilayahnya

Editor: Alfian Tegar
Selasa, 27 Januari 2026 | 15:27 WIB
Wali Kota Metro Lampung Siapkan Lahan Permanen untuk Sekolah Rakyat di Wilayahnya
Wali Kota Metro Lampung Siapkan Lahan Permanen untuk Sekolah Rakyat di Wilayahnya (astakom/Kemensos)

astakom.com, Jakarta — Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menegaskan kesiapannya Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Provinsi Lampung, menyiapkan lahan permanen untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

"Sekolah Rakyat ini sangat dibutuhkan. Anak-anak ini adalah warga kami. Kami siap menindaklanjuti sesuai arahan," ujar Bambang dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026), saat audiensi dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Dalam pertemuan yang digelar kemarin, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan Program Strategis Nasional (PSN) yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

"Sekolah Rakyat ini adalah program strategis Presiden, menyasar kelompok paling bawah, anak-anak yang selama ini tidak terlihat. Karena itu, setiap kepala daerah harus serius menyiapkan," ujar Gus Ipul.

Pemda diminta tunjukkan komitmen nyata

Untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat, pemerintah daerah diminta menunjukkan komitmen nyata, salah satunya dengan menyediakan lahan minimal seluas tujuh hektare sebagai syarat pembangunan sekolah berasrama.

"Kalau lahannya siap, pemerintah pusat akan membangun bangunan lengkap, mulai dari asrama siswa dan guru, ruang kelas, laboratorium, aula, hingga fasilitas olahraga. Sekolah ini mencakup SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas sekitar seribu siswa," jelasnya.

Penuhi kebutuhan gizi siswanya

Program Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis dan berasrama, tetapi juga mencakup pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pendidikan karakter, serta pembelajaran berbasis teknologi.

Setiap siswa akan memperoleh seragam lengkap, makan tiga kali sehari, camilan dua kali, serta laptop dan sistem pembelajaran digital.

"Seleksi peserta didik Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik, melainkan dimulai dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil satu. Banyak anak yang pintar, punya cita-cita, tapi ada juga yang belum bisa membaca. Justru mereka inilah yang kita rangkul," tambah Gus Ipul.

166 Sekolah Rakyat sudah beroperasi

Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 lokasi dengan hampir 16 ribu siswa dari jenjang SD hingga SMA. Presiden juga mendorong penambahan lokasi baru, termasuk di Provinsi Lampung.

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan bagian dari program pemberdayaan terpadu.

"Anak disekolahkan, orang tua diberdayakan, rumah diperbaiki, bansos lengkap, sampai akhirnya keluarga itu naik kelas dan mandiri. Targetnya jelas: anak lulus, keluarga keluar dari kemiskinan," urainya.

Ia pun meminta Pemerintah Kota Metro segera mengajukan usulan resmi serta berkoordinasi dengan Kementerian Sosial agar proses persiapan pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera dimulai.

Gen Z Takeaway
Pemkot Metro siap menyiapkan lahan permanen buat Sekolah Rakyat, program strategis nasional yang menyasar anak dari keluarga miskin ekstrem agar dapat akses pendidikan layak dan berasrama. Program ini bukan cuma soal sekolah gratis, tapi strategi jangka panjang biar anak naik kelas dan keluarganya keluar dari lingkar kemiskinan.

Gus Ipul Kota Metro Lampung Menteri Sosial Prabowo Subianto Presiden Prabowo Presiden Prabowo Subianto Program Sekolah Rakyat Saifullah Yusuf sekolah rakyat Sekolah Rakyat Prabowo Wali Kota Metro

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB