Taruna Nusantara Effect: Prabowo Spill Nama Alumni TN yang Sekarang Masuk Kabinet Merah Putih
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkap fakta menarik soal komposisi Kabinet Merah Putih saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Selasa (13/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengabsen satu per satu pejabat negara yang tercatat sebagai alumni sekolah tersebut.
Nama-nama yang disebut berasal dari lingkar inti pemerintahan, mulai dari Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Para alumni tersebut kini menempati posisi strategis, baik di kabinet maupun lembaga negara.
Deretan pejabat kabinet lulusan Taruna Nusantara
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut Menteri Luar Negeri Sugiono, yang juga menjabat Ketua Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) dan merupakan alumni angkatan kelima.
Presiden Prabowo kemudian mengabsen Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, lulusan Taruna Nusantara angkatan keenam.
Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut disebut sebagai alumni Taruna Nusantara angkatan kelima yang kini mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Selain itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, alumni angkatan ke-11, juga masuk dalam daftar yang disebut Presiden.
Tak hanya dari jajaran kementerian, Presiden Prabowo mengabsen Direktur Utama Pertamina Simon Mantiri, alumni angkatan keenam, serta Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal, lulusan angkatan pertama Taruna Nusantara.
Alumni taruna nusantara di lingkar inti kekuasaan
Presiden Prabowo juga menyebut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, alumni Taruna Nusantara angkatan ke-15, serta Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayor Jenderal TNI Edwin Sumanta, lulusan angkatan kedua.
Menurut Presiden Prabowo, keberadaan para alumni Taruna Nusantara di berbagai posisi kunci menunjukkan kontribusi nyata lembaga pendidikan tersebut dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
“Di kabinet yang saya pimpin, tadi sudah saya sebut alumni-alumninya saya kira cukup banyak lulusan TN di tier satu, dan selanjutnya di tier yang selanjutnya juga mulai muncul banyak kader-kader tersebut,” kata Presiden Prabowo.
Pendidikan, kepemimpinan, dan arah ke depan
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kiprah para alumni tersebut tidak terlepas dari proses pendidikan Taruna Nusantara yang telah berjalan sejak 1990. Ia menilai rekam jejak lulusan sekolah itu di tingkat nasional menjadi bukti keberhasilan pendidikan berbasis disiplin dan karakter.
“Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan dengan rasa tanggung jawab yang tinggi karena sejak 90 sampai sekarang terbukti bahwa kader-kader lulusan TN telah membuktikan diri menonjol di tingkat nasional,” ujar Presiden Prabowo.
Selain menyoroti capaian alumni, Presiden Prabowo juga menekankan arah pendidikan ke depan. Ia meminta Taruna Nusantara terus mencetak pemimpin yang berintegritas dan berani menjaga nilai moral dalam pengabdian kepada negara.
“Taruna Nusantara harus mencetak pemimpin-pemimpin yang baik yang bersih, pemimpin-pemimpin yang jujur, yang tidak akan korupsi, Pemimpin-pemimpin yang akan berbuat yang terbaik untuk rakyat dan bangsanya,” tegas Presiden Prabowo.
Ke depan, Presiden Prabowo menyampaikan pemerintah berencana memperluas pengembangan sekolah unggulan melalui pendirian SMA Garuda, serta pembangunan satu sekolah unggulan di setiap kabupaten. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat lahirnya kepemimpinan nasional yang kuat dan mendorong kemajuan bangsa.
“Dengan tambahan nanti SMA Garuda, juga dengan nanti rencana kita tiap kabupaten satu sekolah unggulan, ini akan mempercepat kita harapkan kebangkitan kepemimpinan dan kebangkitan bangsa Indonesia,” pungkas Presiden Prabowo.













