Iran Mulai Open Akses Telepon Internasional, Tapi Koneksi Internet Masih Kena Ghosting Pemerintah

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23 WIB
Iran Mulai Open Akses Telepon Internasional, Tapi Koneksi Internet Masih Kena Ghosting Pemerintah
Iran Mulai Open Akses Telepon Internasional, Tapi Koneksi Internet Masih Kena Ghosting Pemerintah(astakom.com/pexels)

astakom.com, Iran – otoritas Iran akhirnya sedikit melonggarkan blokade komunikasi nasional yang sempat mati total dengan mengaktifkan kembali jalur telepon ke luar negeri, meski akses internet dunia maupun lokal yang masih dibuat off alias diblokir.

Langkah “setengah hati” ini diambil  pemerintah setempat sebagai respons atas gelombang aksi massa yang pecah di berbagai wilayah, di mana warga memprotes kondisi ekonomi yang lagi chaos serta nilai tukar mata uang Rial yang terjun bebas.

Jaringan seluler untuk panggilan internasional kabarnya sudah mulai up dan bisa digunakan kembali oleh masyarakat untuk menghubungi kerabat di luar wilayah Iran.

Melansir data dari Yeni safak pada Rabu, (14/1/2026) kebijakan pemulihan pemerintah terbatas ini muncul setelah perintah pemutusan total dari otoritas keamanan tertinggi lewat Kementerian Informasi dan Teknologi Komunikasi pekan lalu, namun akses internet akan tetep di set mode pesawat sampai situasi dirasa bener bener aman dan kondusif oleh pejabat berwenang.

Update keamanan dan kendali digital Teheran

Gelombang protes yang sempat trending di Teheran dan kota-kota kota besar lainnya dipicu oleh standar hidup yang makin sulit serta inflasi mata uang yang pecah rekor.

Di sisi lain, Pemerintah Iran justru menuding adanya campur tangan pihak luar seperti Amerika Serikat dan Israel sebagai dalang di balik kerusuhan yang mereka labeli sebagai tindakan tterorisme.

Pelonggaran akses telepon ini kabarnya terjadi setelah intensitas demonstrasi mulai menyusut pasca adanya penangkapan massal terhadap para peserta aksi.

Meskipun situasi diklaim mulai stabil, Kepala Pusat Siber Nasional, Mohammad Amin Aqamiri, menegaskan bahwa mereka belum mau buru-buru menormalkan koneksi digital sepenuhnya karena masih menjadikannya alat kontrol utama selama masa krisis.

“Waktu untuk kembali ke kondisi normal akan diumumkan di kemudian hari,” Ucap Mohammad Amin Aqamiri.

Simpang Siur Data Korban Jiwa

Hingga saat ini, belum ada angka pasti yang bersifat resmi mengenai total korban jiwa yang jatuh selama bentrokan terjadi, sehingga data yang beredar di publik masih sangat beragam.

Media internal pemerintah menyebutkan sekitar 109 personal keamanan tewas dalam tugas, sementara lembaga pemantau hak asasi justru merilis angka yang jauh lebih besar.

Lembaga HRANA yang berpusat di Amerika Serikat memperkirakan ada sekitar 646 nyawa yang melayang, mencakup pihak demonstran maupun aparat, dengan jumlah korban luka menembus angka 1.000 orang.

Perbedaan data yang yang sangat kontras ini menambah daftar panjang ketegangan antara narasi pemerintah dan laporan aktivis internasional.

Latar Belakang Krisis Iran
Sebagai informasi, gejolak di Iran ini bermula dari akumulasi kekecewaan warga terhadap kebijakan ekonomi yang dianggap gagal membendung kemerosotan nilai tukar Rial. Sebelum pemadaman internet dilakukan, pemerintah telah menetapkan status siaga tinggi setelah aksi protes berubah menjadi bentrokan fisik di jalanan utama.

Pemblokiran akses komunikasi digital secara total sebelumnya pernah dilakukan Iran pada krisis-krisis tahun sebelumnya untuk membatasi penyebaran koordinasi massa di media sosial.

Sejarah mencatat bahwa langkah isolasi digital ini selalu menjadi instrumen pamungkas pemerintah Iran setiap kali terjadi eskalasi politik yang mengancam stabilitas nasional.

Gen Z Takeaway
Intinya, Iran lagi coba lowkey melunak dengan kasih izin warga buat teleponan ke luar negeri lagi, tapi kalau soal internet, pemerintahnya masih tetap strict dan belum mau berhenti ghosting rakyatnya. Langkah ini diambil buat meredam situasi yang lagi chaos parah gara-gara ekonomi yang makin flop dan aksi protes yang sempat trending di mana-mana. Meski dibilang situasi mulai kondusif, Teheran tetap pilih buat 'matiin' koneksi digital supaya pergerakan massa nggak makin out of control sambil nunggu momen yang pas buat benar-benar back to normal.

Blokade Gen Z News Update Internet Shutdown Teheran Iran Krisis Ekonomi Konflik Global 2026

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB