PIK 1 dan 2 Kebanjiran, Netizen Pertanyakan Klaimnya: 'Bebas Banjir' atau 'Banjir Bebas?'
astakom.com, Jakarta — Curah hujan tinggi yang menggujung di sebagian wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara sejak dini hari kemarin menyebabkan banjir di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 dan PIK 2, kemarin (12/1/2026).
Dilaporkan genangan air meluas di Jalan Marina Raya depan Mal PIK Avenue serta area parkir Tokyo Riverside PIK 2, terlihat mengganggu lalu lintas dan aktivitas warga disana.
Kawasan mandiri yang dikembangkan oleh Agung Sedayu Group milik konglomerat Sugianto Kusuma (Aguan) bersama Salim Group tersebut dilaporkan mengalami genangan air tinggi hingga menutup ban mobil di area parkir Tokyo Riverside PIK 2.
Netizen pertanyakan klaim bebas banjir
Kejadian ini memicu kritik publik lantaran pihak pengelola PIK2 sebelumnya kerap mengklaim bahwa kawasan tersebut mustahil terkena banjir.
Salah satu netizen mengunggah video parodi dalam media sosial Tiktoknya dengan nama akun @alionglim9, menyinggung klaim bebas banjir tersebut.
“Ya memang saya dulu bilangnya PIK ini bebas banjir ya, tapi maksud saya bebas banjir itu banjir bebas masuk,” ujarnya dalam video, dikutip redaksi astakom.com, Selasa (13/1/2026).
Netizen juga turut mengomentari video tersebut dengan ikut menyindir kejadian banjir di PIK ini.
“Ini alasan kenapa gw gk tinggal di PIK,” tulis akun dengan nama @saaa19222.
“Gua yakin PIK bakal jadi kota di bawah laut,” tulis netizen lain dengan nama akun @pengendaliapi2002.
Sistem bebas banjir PIK gagal?
Kejadian ini memicu kritik tajam lantaran pengelola PIK2 sebelumnya sangat gencar mengklaim kawasan ini mustahil banjir.
Agung Sedayu Group mengeklaim telah menerapkan Sistem Polder yang dirancang PT Witteveen Bos Indonesia, mengadopsi teknologi pertahanan air dari Belanda. Sistem ini seharusnya menggabungkan tanggul tinggi, danau buatan, dan pompa untuk memproteksi kawasan dari air laut maupun curah hujan ekstrem.
Pihak pengelola bahkan pernah mengibaratkan PIK 2 sebagai "ember" yang airnya akan selalu disalurkan ke danau sebelum dipompa keluar.Namun, genangan tinggi yang terjadi kemarin justru membuktikan adanya celah dalam sistem pertahanan tersebut. Banjir tidak hanya menghambat akses kendaraan di ruas jalan utama, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas bisnis di titik komersial.
Bagi investor, insiden ini menjadi sentimen negatif yang mempertanyakan ketahanan infrastruktur jangka panjang di kawasan pesisir Tangerang tersebut.













