Sekolah Rakyat Natuna Masuk Era Digital: 1 Siswa Pegang 1 Laptop
Reporter: Jordan
Astakom.com, Jakarta - Konsep belajar di Sekolah Rakyat kini nggak lagi identik dengan papan tulis dan buku tebal.
Lewat program digitalisasi dari Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat di Kabupaten Natuna mulai menerapkan skema 1 siswa 1 laptop sebagai bagian dari perubahan sistem pendidikan berbasis teknologi.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dijalankan di era Presiden Prabowo Subianto.
Targetnya jelas, memperluas akses perangkat digital untuk ribuan siswa dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk wilayah terluar seperti Natuna.
Penyaluran perangkat dilakukan bertahap sejak akhir 2025 dan diarahkan untuk menunjang proses belajar yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Laptop jadi alat belajar, bukan sekadar gadget
Melalui unggahan media sosial Sekolah Rakyat 32 Natuna, terlihat siswa menerima laptop pribadi yang akan digunakan khusus untuk kegiatan pembelajaran. Setiap perangkat disiapkan sebagai alat belajar utama di kelas, bukan untuk penggunaan bebas.
Pihak sekolah menegaskan bahwa pemakaian laptop sudah diatur lewat sistem pengawasan guru. Siswa hanya boleh menggunakannya saat jam pelajaran atau aktivitas sekolah berbasis digital.
Pendekatan ini dilakukan agar teknologi benar-benar berfungsi sebagai penunjang pendidikan, bukan distraksi. Dengan laptop di tangan masing-masing siswa, metode belajar bisa lebih interaktif, mulai dari akses materi digital, latihan berbasis aplikasi, hingga presentasi langsung di kelas.
Smart TV dan perangkat interaktif lengkapi ekosistem digital
Selain laptop, Sekolah Rakyat 32 Natuna juga mendapatkan smart TV dan perangkat interaktif digital yang terintegrasi dengan sistem pembelajaran. Seluruh perangkat tersebut telah melalui proses perakitan dan pengujian sebelum dipakai di ruang kelas.

Keberadaan layar interaktif ini memungkinkan guru menyampaikan materi secara visual dan real-time. Pembelajaran jadi lebih dinamis karena siswa bisa langsung melihat, mencoba, dan berinteraksi dengan konten digital.
Langkah ini sejalan dengan misi Kemensos untuk mempercepat transformasi digital di Sekolah Rakyat, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang selama ini terbatas akses teknologinya.
Digitalisasi sekolah rakyat jalan terus
Program serupa juga diterapkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang. Di sana, ratusan laptop telah disalurkan dan setiap kelas dilengkapi papan digital interaktif untuk mendukung proses belajar berbasis teknologi.
Setiap unit laptop disesuaikan dengan data siswa dan penggunaannya tetap didampingi guru. Pendekatan ini menekankan bahwa digitalisasi bukan cuma soal alat, tapi juga soal sistem dan kontrol agar pemanfaatannya tepat sasaran.
Melalui program ini, pemerintah mendorong agar sekolah rakyat nggak tertinggal dalam arus transformasi teknologi pendidikan, sekaligus membuka peluang belajar yang lebih setara di berbagai daerah.













