Update Banjir di Sitaro Sulut: Pencarian Korban terus Berlanjut, Akses Terputus jadi Kendala
astakom.com, Jakarta — Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap empat korban banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
Komandan Tim Basarnas Manado, Rolando W, menyebut tim dibagi menjadi dua regu agar pencarian di dua titik berbeda bisa berjalan lebih cepat.
"Untuk tim SAR gabungan kami bagi dua. Tim pertama melakukan pencarian di Siau Barat, tepatnya di Desa Lekaeng, untuk mencari satu orang anak, namun hasilnya masih nihil," ujar Rolando, kemarin (6/1/2026).
Akses jadi kendala pencarian
Rolando menjelaskan pencarian di Desa Lekaeng mengalami kendala akses. Sehingga menyulitkan tim untuk menjangkau area pencarian.
"Jalur menuju lokasi masih terputus dan tertutup material," katanya.
Sementara itu, tim kedua melakukan operasi SAR di Siau Timur, tepatnya di Desa Bahu. Dari tiga orang korban yang dilaporkan hilang, satu orang berhasil ditemukan bernama Rokman Bangsa (53).
"Di Desa Bahu kami mencari tiga orang, dan satu korban sudah ditemukan. Namun kendalanya hujan dan aliran air dari atas masih sangat deras," jelasnya.
Untuk rencana operasi selanjutnya, kata Rolando, pencarian akan kembali dilanjutkan pada esok hari dengan pola yang sama.
"Besok kami masih akan membagi dua tim lagi. Satu tim melanjutkan penyisiran di Siau Barat, Desa Lekaeng, dan tim kedua tetap di Desa Bahu," pungkasnya.
16 orang dinyatakan meninggal
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia.
“Data sementara, lima korban meninggal dunia telah diidentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, kemarin (6/1/2026).
Selain itu, Abdul juga mengatakan sebanyak 22 orang mengalami luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui.
Melansir astakom.com, sebelumnya Bupati Kepulauan Sitaro mengeluarkan Surat Keputusan Bupati tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi.













