Jalanan Lengang Overconfident: Pemudik Nataru 2025 Jangan Abaikan Jarak Aman dan Speed Kebablasan!
Repoter: Dhea
Astakom.com, Jakarta — Di tengah padatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Aparat Polantas kembali menyoroti kurangnya jarak aman dan kecepatan berkendara yang tidak sesuai kondisi jalan hingga memicu kecelakaan lalu lintas.
Dua hal ini kerap terjadi justru saat pengendara merasa jalanan lebih lengang dibanding hari biasa.
Sejak Operasi Lilin 2025 digelar mulai Sabtu, (20/12/2025), Polri fokus melakukan pengamanan arus lalu lintas dan mengimbau masyarakat agar tidak lengah selama perjalanan libur akhir tahun.
Meski begitu, pelanggaran dasar seperti menempel kendaraan depan dan memacu laju di luar kondisi aman masih sering ditemukan di lapangan.
Jalan lengang saat nataru, rasa aman kerap menipu
Kondisi jalan yang terlihat lebih kosong, terutama di malam hari atau di luar jam puncak, sering memunculkan false sense of safety di kalangan pengendara.
Banyak yang spontan menambah kecepatan dan lupa menjaga jarak, padahal situasi jalan saat Nataru cenderung dinamis dan penuh potensi risiko.
Kepolisian menegaskan bahwa jarak aman adalah ruang reaksi paling krusial ketika terjadi pengereman mendadak atau hambatan tak terduga.
Sekali jarak terlalu rapat, waktu reaksi makin sempit dan potensi tabrakan pun sulit dihindari. Dalam ungkapan lama, lalai sesaat, celaka seketika, sebuah pepatah arkais yang masih relevan di jalan raya hari ini.
Pengendara motor masih paling rentan
Pemerintah turut menyoroti tingginya tingkat fatalitas kecelakaan selama musim liburan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam pernyataan resminya pada Desember 2025, menyebut bahwa sebagian besar korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas berasal dari pengguna sepeda motor.
Dominasi korban roda dua ini menunjukkan bahwa pengendara motor berada di posisi paling rentan, terutama saat jarak aman diabaikan dan kecepatan tidak disesuaikan dengan kondisi jalan, cuaca, maupun visibilitas. Situasi tersebut membuat risiko cedera berat hingga fatal meningkat drastis.
Jaga jarak dan sesuaikan kecepatan, kunci selamat sampai tujuan
Selama Operasi Lilin 2025 berlangsung, aparat lalu lintas terus mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan jalan sepi sebagai alasan untuk ngebut. Menyesuaikan kecepatan dengan kondisi sekitar serta menjaga jarak aman antar kendaraan dinilai sebagai langkah paling sederhana, tapi berdampak besar dalam mencegah kecelakaan.
Libur Nataru seharusnya jadi momen pulang dengan selamat, bukan berakhir di ruang gawat darurat. Sebagaimana petuah lama yang tak lekang dimakan zaman, biarlah pelan asal sampai, karena keselamatan selalu lebih penting daripada buru-buru. (deA/aSP)













