Viral, Misteri Kematian Wabup Sangihe Helmud Hontong: Keputusannya Tolak Izin Tambang Kembali Diangkat!

Editor: Redaktur
Kamis, 18 Desember 2025 | 17:04 WIB
Viral, Misteri Kematian Wabup Sangihe Helmud Hontong: Keputusannya Tolak Izin Tambang Kembali Diangkat!
Tambang timah ilegal di Dusun Nadi, Bangka Tengah. (astakom/Kemenhan)

Reporter: Shintya

Astakom.com, Jakarta - Berita kematian Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong pada tahun 2021 bulan Juni kini kembali viral.

Pasalnya banyak netizen yang mengaitkan kepergian dirinya, dengan prinsip teguhnya menolak penambangan emas di wilayah yang dipegangnya.

Penolakan tersebut didasari karena kekhawatirannya terhadap potensi kerusakan akibat izin konsensi tambang yang mencapai sekitar 42.000 hektar.

Dimana luas wilayah itu diketahui hampir setengahnya dari total luas wilayah pulau Sangihe.

Disorot Netizen

Kematian Helmud Hontong dinilai netizen sebagai kasus yang janggal, lantaran ia saat itu sedang dalam perjalanan penerbangan dengan rute Denpasar-Makassar.

Tanda tanya lain muncul karena ia awalnya tidak memiliki keluhan atau sakit.

Dikenal paling anti merusak alam karena kegiatan tambang

Pada saat itu juga, ia menjadi pejabat yang paling vokal dalam menolak izin pertambangan emas di Sangihe. Sebelum kepergiannya, Helmud sempat mengirim surat pembatalan izin tambang PT Tambang Mas Sangihe ke Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) pada 28 April 2021.

Wabup Sangihe Helmud Hontong
Peristiwa meninggal (secara mendadak) Wabup Sangihe Helmud Hontong kembali mendapat sorotan publik.. Almarhum selama masa jabatanya sebagai Wakil Bupati dikenal gigih menolak Izin tambang kawasan yang dianggap tidak prosedural [Foto Grafis: Joeyhan/ astakom.com]
Surat itu dikirim bukan mewakili Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, melainkan atas nama dirinya sendiri. Pernyataan itu sejalan dengan yang dikatakan olehe Sekretaris Daerah Sangihe saat itu, Harry Wollf.

Surat kepada Kementerian ESDM yang viral

Harry menyebutkan pemerintah daerah tidak membuat dan mengirim surat resmi kepada Kementerian ESDM.

"Dalam kapasitas pemerintah daerah, tidak ada. Mungkin beliau menyurat dalam kapasitas pribadi," ungkap Harry, beberapa tahun lalu.

Surat yang ditujukan Helmud ini, bahkan baru diketahui oleh jajaran Pemkab setelah surat itu di spill oleh sejumlah masyarakat di media sosial (medsos).

Kematiannya itu menjadi sorotan dan perbincangan bebagai pihak. Salah satunya Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang buka suara soal hal ini.

Sempat memunculkan petisi!
"Ini mengagetkan. Kedua, misterius dan agak janggal kematiannya. Karena dia figur publik yang menolak tambang. Bahkan dia juga mengirim surat ke ESDM," kata Koordinator Nasional Jatam, Johansyah Ismail, pada saat itu.

Kejadian yang dialami Helmud ini, memicu masyarakat membuat petisi. Petisi itu ditunjukkan kepada Presiden RI sebelumnya, yakni Jokowi. Petisi yang menyuarakan soal menjaga kawasan Sanghie ini bertema "Sanghie Pulau yang Indah, Kami Tolak Tambang!"

Tidak lama setelah itu, masyarakat sipil Save Sangihe Island (SSI) meminta pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Tambang Mas Sangihe. (Shnty/ aSP)

Gen Z Takeaway
Wafatnya Helmud Hontong kembali disorot karena sikap tegasnya nolak tambang emas di Sangihe. Ia dikenal outspoken soal dampak lingkungan dan sempat kirim surat pembatalan izin ke ESDM atas nama pribadi. Kepergiannya yang mendadak di tengah penerbangan tanpa riwayat sakit bikin publik anggap kasus ini penuh question marks.
 

Diperbarui: 17.35 WIB (18/12/2025)

Misteri Kematian Wabup Sangihe Helmud Hontong Penolakan izin Tambang sangihe Wabup Sangihe Helmud Hontong Wakil Bupati

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB