Stop FOMO Diet! Ini Bedanya Cara Diet Viral di Sosmed dan Saran Ahli Gizi

Editor: Redaktur
Kamis, 18 Desember 2025 | 22:12 WIB
Stop FOMO Diet! Ini Bedanya Cara Diet Viral di Sosmed dan Saran Ahli Gizi
Ini Bedanya Cara Diet Viral di Sosmed dan Saran Ahli Gizi [Ilustrasi: Joeyhan/ astakom.com]

Reporter: Dhea

Astakom.com, Jakarta - Biasanya kalo kita lagi mainin media sosial sebentar aja, pasti nemu konten yang bilang makanan ini “rusak usus”, seed oil bikin inflamasi, atau diet tertentu dijamin auto kurus.

Masalahnya, banyak dari klaim itu cuma omongan influencer tanpa bukti ilmiah.

Bukannya bikin sehat, diet viral justru sering bikin kita salah kaprah soal nutrisi yang masuk ke tubuh kita.

Diet viral vs fakta ilmiah, jangan ketipu konten FYP

Fenomena ini dikenal sebagai diet culture saat pola makan sehat dibungkus standar tubuh ideal, larangan ekstrem, dan stigma ke makanan tertentu. Konten kayak gini gampang viral karena algoritma media sosial lebih suka video singkat yang sensasional daripada penjelasan panjang berbasis sains.

Faktanya, penelitian menunjukkan hampir separuh konten nutrisi di media sosial punya kualitas dan akurasi rendah, terutama yang bahas diet cepat turun berat badan atau suplemen. Jadi meski kelihatan meyakinkan dan ramai di kolom komentar, belum tentu aman atau benar secara ilmiah.

Buat anak muda, diet culture ini bisa bahaya. Banyak yang akhirnya ikut-ikutan tren tanpa mikir dampak jangka panjangnya—baik ke kesehatan fisik maupun mental.

Kenapa konten diet viral gampang dipercaya?

Dr. Paul Branscum, profesor kesehatan dan nutrisi di Miami University, menilai bahwa konten video berdurasi singkat dengan istilah sensasional mudah menarik perhatian audiens. Kondisi tersebut membuat banyak orang cenderung menerima informasi yang sesuai dengan apa yang ingin mereka dengar, tanpa lebih dulu memeriksa akurasi dan sumber faktanya.

Masalahnya, algoritma sosmed lebih memprioritaskan konten yang ramai like dan share dibanding konten edukatif. Alhasil, diet hacks yang belum terbukti malah naik ke FYP, sementara saran nutrisi berbasis bukti jarang dapat spotlight.

Nggak sedikit juga yang nganggep jumlah followers atau views sebagai tanda kredibilitas, padahal popularitas nggak selalu sejalan sama kebenaran.

Tips diet versi ahli gizi, bukan versi viral

Virginia Willard, Wakil Presiden Student Academy of Nutrition and Dietetics, mengingatkan pentingnya tahu bedanya nutrition influencer dan tenaga profesional. Salah satu indikatornya adalah gelar Registered Dietitian Nutritionist (RDN), yang artinya punya latar belakang pendidikan dan praktik berbasis medis.

Ia menyarankan anak muda buat cari info dari sumber tepercaya atau konsultasi langsung dengan ahli gizi. Cara ini bisa bantu menghindari efek buruk dari fad diet yang belum tentu cocok buat semua orang.

Selain itu, biasakan cek ulang: apakah klaim diet didukung penelitian ilmiah? Apakah sumbernya jelas? Kalau cuma modal viral, sebaiknya skip. (deA/ aSP)

Gen Z Takeaway
Yang viral belum tentu valid. Daripada FOMO ikut diet sosmed yang belum jelas, mending dengerin saran ahli gizi dan kenali kebutuhan tubuh sendiri. Sehat itu bukan soal ikut tren, tapi soal konsisten dan masuk akal.

Bagaimana cara diet Diet Diet Sehat Kesehatan Spill Tips ampuh diet Tips Diet Tips Kesehatan

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB