Terjadi Kebakaran di Kampung Adat Sumba Barat: Gimana Kronologinya?
astakom.com, Jakarta — Terjadi kebakaran di sejumlah rumah adat di Kampung Waru Wora, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dikabarkan jumlah rumah adat yang terbakar sebanyak 28, yang mengakibatkan 139 orang kehilangan tempat tinggal dan harus diungsikan ke rumah kerabat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan capai jutaan rupiah. Lalu, bagaimana kronologinya?
Kronologi Peristiwa Kebakaran
Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra mengungkapkan kronologi singkat peristiwa tersebut kepada awak media.
“Kebakaran terjadi pada jumat sore kemarin, saat sejumlah warga datang ke Kampung Waru Wora untuk mengambil kayu untuk kandang babi, dan melihat kobaran api,” ujar Henry, dikutip Selasa (9/12/2025).
Selanjutnya, warga berteriak meminta pertolongan dan memanggil pemilik rumah. Mereka juga berupaya memadamkan api secara manual dengan menaiki atap dan menurunkan alang yang terbakar. Namun, kobaran api dengan cepat merambat dan terus membesar.
"Dalam hitungan menit saja kobaran api merambat ke rumah-rumah lain yang berdekatan hingga para warga tidak mampu lagi mengendalikannya," tutur Henry.
Bupati Sumba Barat Janji Perbaiki Kerusakan
Bupati Sumba Barat Yohanis Dade berjanji segera memperbaiki akibat dari kebakaran tersebut. Yohanis Dade, bersama Wakil Bupati Thimo Ragga meninjau Kampung Adat Waru Wora di Desa Patiala, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Yohanis Dade memastikan memberi bantuan darurat maupun langkah-langkah pemulihan jangka panjang terhadap warga terdampak kebakaran di Kampung Adat Waru Wora. Termasuk terkait rencana renovasi rumah adat yang terbakar.
“Kami juga memeriksa kondisi keluarga yang terampak untuk memastikan kebutuhan mendesak dapat segera ditangani,” ujar Yohanis dalam keterangannya saat meninjau Kampung Adat Waru Wora, dikutip Selasa (9/12/2025).
Gen Z Takeaway
Kebakaran di Kampung Waru Wora, Sumba Barat, hanguskan 28 rumah adat dan bikin 139 orang ngungsi. Untungnya, nggak ada korban jiwa. Bupati langsung pastiin bantuan darurat dan renovasi rumah adat berjalan sambil cek kondisi warga terdampak.













