Hutan di Samosir Gundul hingga Perparah Banjir, Bupati Edarkan Himbauan Tolak Bantuan Swasta Diduga Terlibat Perusakan Hutan
astakom.com, Jakarta — Viral di media sosial Bupati Samosir, yang wilayahnya terdampak banjir, tegas tolak terima bantuan dari lembaga atau perusahaan yang berpotensi merusak lingkungan.
Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom mengeluarkan surat edaran (SE), tentang imbauan untuk tidak menerima bantuan pihak Perusahaan/Lembaga dari usaha yang berpotensi merusak lingkungan, termasuk PT. Toba Pulp Lestari, Tbk dan PT. Aqua Farm Nusantara.
“Dalam rangka mempertahankan kelestarian lingkungan serta potensi terjadinya konflik sosial akibat keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha yang mengeksploitasi sumber daya alam, maka perlu disampaikan kepada Saudara, untuk tidak menerima bantuan dari perusahaan yang berpotensi merusak lingkungan,” sebagaimana dalam surat edaran Bupati Samosir, dikutip Kamis (4/12/2025).
SE Bupati Samosir bernomor 23 Tahun 2025 itu itu ditandatangani oleh Vandiko pada 28 November 2025.
Poin-poin SE Bupati Samosir
Berikut poin yang tertuang dalam SE Bupati Samosir tersebut:
- Tidak menerbitkan rekomendasi atau dukungan pelaksanaan kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan.
- Tidak menerima bantuan CSR dari pihak Perusahaan/Lembaga dari usaha yang berpotensi merusak lingkungan, termasuk PT. Toba Pulp Lestari, Tbk dan PT. Aqua Farm Nusantara.
- Menerima setiap pengaduan masyarakat terkait kegiatan usaha yang berpotensi merusak lingkungan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.
Kadis Kominfo Samosir Immanuel TP Sitanggang membenarkan soal SE tersebut. Menurutnya, SE itu ditujukan kepada seluruh OPD, camat dan kepala desa di Samosir.
"Betul, (ditujukan kepada OPD) sama ke camat, ke kepala desa juga," kata Immanuel melalui pesan singkat. (aLf/aSP)
Gen Z Takeaway
Di tengah kondisi daerahnya yang terdampak banjir, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom justru ambil sikap tegas dengan melarang seluruh jajarannya menerima bantuan dari perusahaan yang dinilai berpotensi merusak lingkungan, termasuk PT Toba Pulp Lestari Tbk dan PT Aqua Farm Nusantara, demi menjaga kelestarian alam sekaligus mencegah konflik sosial di Samosir.













