Xi Jinping Soroti Kebakaran di Kompleks Apartemen Hongkong, Sejumlah WNI jadi Korban
astakom.com, Jakarta — Terjadi kebakaran hebat di salah satu kompleks apartemen Wang Fuk Court, di Tai Po, Hongkong. Berdasarkan laporan terakhir, insiden ini memakan korban sebanyak 44 orang tewas dan 279 lainnya hilang.
Kobaran api yang sangat besar membakar struktur penyangga sementara berbahan bambu dan menjalar hingga ke tujuh blok hunian.
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Rabu, (26/11/2025) pukul 14.51 waktu setempat dan segera berubah menjadi kobaran besar, dengan kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi ke langit. Api dengan cepat menyebar ke tujuh dari delapan blok di kawasan tersebut.
Sejumlah Korban Merupakan WNI
Kabar terbaru, Warga Negara Indonesia (WNI) turut menjadi korban kebakaran tersebut. Semuanya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik
"Dari hasil koordinasi intensif Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong dengan Hong Kong Police Force (HKPF), diperoleh informasi hingga saat ini, dua orang WNI dinyatakan meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka," demikian dikutip dari pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Kamis (27/11/2025).
"KJRI Hong Kong terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta pihak-pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan pendampingan lanjutan kepada WNI yang terdampak, termasuk penyediaan tempat singgah sementara dan logistik pada gedung KJRI Hong Kong," lanjut Kemlu RI.
KJRI Hong Kong juga disebut telah menghubungi keluarga WNI terdampak guna menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam serta memberikan kejelasan informasi sekaligus menginformasikan langkah penanganan selanjutnya.
KJRI terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan agen ketenagakerjaan setempat guna pengurusan repatriasi jenazah serta hak-hak terkait.
Xi Jinping Berikan Respons Belasungkawa
Pemimpin Tiongkok Xi Jinping pada Rabu telah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya petugas pemadam kebakaran tersebut dan menunjukkan simpati kepada keluarga para korban. Ia menyerukan upaya maksimal untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian.
Kabarnya, seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun termasuk di antara korban tewas, sementara seorang petugas pemadam kebakaran lainnya mendapat perawatan karena kelelahan akibat panas.
Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee mengatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan penanganan bencana dan untuk sementara menghentikan kegiatan publik terkait pemilihan dewan legislatif pada 7 Desember. Ia tidak memastikan apakah pemilihan itu mungkin ditunda, namun mengatakan bahwa keputusan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
Menurut departemen pemadam kebakaran, api di tiga bangunan mulai dapat dikendalikan tidak lama setelah lewat tengah malam.
Terduga Pelaku telah Ditangkap
Polisi mengatakan tiga pria, berusia antara 52 hingga 68 tahun, telah ditangkap atas dugaan pembunuhan tidak berencana. Masing-masing berasal dari sebuah perusahaan konstruksi. Salah satunya adalah konsultan teknik dan dua lainnya adalah direktur.
Kompleks hunian Wang Fuk Court terdiri dari delapan gedung dengan hampir 2.000 unit apartemen yang menampung sekitar 4.800 penghuni, termasuk banyak lansia. Kompleks itu dibangun pada tahun 1980-an dan belakangan ini sedang menjalani renovasi besar-besaran.
Gen Z Takeaway
Singkatnya, kebakaran besar melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, menewaskan 44 orang, membuat 279 lainnya hilang, dan merambat ke tujuh blok hunian yang tengah direnovasi. Kabar duka ini juga menyentuh Indonesia karena dua Warga Negara Indonesia dinyatakan meninggal dan dua luka, dengan pendampingan langsung dari KJRI Hong Kong. Pemerintah setempat hingga Xi Jinping menyampaikan belasungkawa, sementara polisi telah menahan tiga orang dari perusahaan konstruksi terkait dugaan kelalaian—jadi ini bukan sekadar musibah, tapi juga alarm serius soal keselamatan renovasi gedung padat hunian.













