Ketika MBG jadi Peluang Pencari Nafkah bagi Semua, ‘Lelahmu Menjadi Lillah’

Editor: Usman
Jumat, 21 November 2025 | 17:39 WIB
Ketika MBG jadi Peluang Pencari Nafkah bagi Semua, ‘Lelahmu Menjadi Lillah’

astakom.com, Jakarta-- Pagi itu, awan mendung menyelimuti langit wilayah pinggiran Kabupaten Tangerang, Jum'at 21 November 2025. Udara terhirup sejuk seperti mau turun hujan, seakan memaksa warga bergegas mengantar anak-anaknya ke sekolah.

“Baru pulang, udah mau nganter sekolah aja Bu,” ujarku menyapa Bu Leli, tetangga yang tinggal di kontrakan sebelah rumah.

Ibu Leli Pejuang Gizi Anak-anak di Tangerang

Raut wajah Bu Leli terlihat agak lelah, namun tenaganya seprti tak pernah habis untuk urusan rumah tangga. Maklum saja, sehari-hari ia bekerja di dapur makan bergizi gratis (MBG) bagian pengemasan.

Ibu tiga anak ini bekerja demi mencukupi kebutuhan keluarga karena suaminya seorang sopir truk yang pulang seminggu sekali. Anak pertama mereka sudah SMA, anak kedua SMP, dan si bontot masih TK.

Biasanya, si kecil diantar kakak sulungnya naik sepeda sekalian dia berangkat sekolah. Tapi pagi itu, Bu Leli yang mengantar karena anak bujangnya semalam tidak pulang. Sedangkan anak keduanya sudah berangkat jalan kaki ke sekolah yang berjarak hanya 600 meter.

“Iya nih, si abang lagi nginep di rumah neneknya,” ucap Bu Leli, sambil bersiap menancap gas sepeda listrik biru yang baru dibelinya bulan lalu.

Sudah 9 bulan bekerja di Dapur gizi
Selama 9 bulan kerja di dapur MBG, Alhamdulillah Bu Leli bisa menyisihkan gajinya untuk ditabung. Sedikit demi sedikit terkumpul, ia akhirnya bisa menutup kebutuhan dapur hingga terbeli sepeda listrik harga satu jutaan.

Bu Leli juga sangat bersyukur, sejak sekolah anak-anaknya dapat MBG, mereka nggak perlu uang jajan lagi. Anak sulungnya pernah bilang, “Kenyang Bu, MBG-nya pasti aku habisin soalnya enak.”

Betapa bahagianya Bu Leli mendengar testimoni dari anak sendiri, yang setiap hari menyantap MBG dari dapur tempat ia bekerja. Jadi teringat ungkapan ‘lelahmu menjadi lillah’, rasanya pas sekali menggambarkan sosok perempuan tangguh itu.

Semua rasa lelah dan usaha yang dilakukan semata-mata diniatkan karena Allah, sehigga lelah itupun jadi ibadah yang bernilai pahala dan mendatangkan ridha-Nya. Perjuangan duniawi untuk mencari nafkah dan mengurus keluarga niscaya jadi amal saleh yang berpahala.

MBG buka banyak kesempatan pejuang kerja
Tak hanya Bu Leli, ada lagi pejuang rumah tangga lainnya yang kini bisa menjaga dapurnya tetap menyala. Ada Fitri, anak sulung Bu Ida yang sempat nganggur karena kena PHK, sudah lima bulan kerja di dapur MBG bagian persiapan bahan makanan.

Sementara Pak Zul, yang sebelumnya nganggur 2 tahun karena nggak mampu bayar setoran taksi online, kini dikaryakan jadi sopir mobil pengantar MBG. Dan masih banyak lagi tetangga yang dulunya pengangguran, sekarang jadi berpenghasilan. Alhamdulillah, MBG membawa berkah. (Usm/aSP)P

Gen Z Takeaway

Di Tangerang, Bu Leli—ibu tiga anak yang kerja di Dapur MBG—terus hustle meski capek, dan berkat 9 bulan kerja dia bisa nabung sampai beli sepeda listrik. Anak-anaknya juga aman soal makan karena dapat MBG gratis yang katanya enak banget. Nggak cuma Bu Leli, MBG juga bantu banyak warga nganggur buat bangkit lagi, kayak Fitri yang kena PHK sama Pak Zul yang lama nganggur. Intinya, MBG bener-bener jadi penyelamat vibes masyarakat sekitar.

BGN dapur gizi Dapur Gizi Tangerang Mitra dapur gizi BGN Prabowo Subianto Presiden Prabowo Program prioritas presiden Prabowo

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB