Apa Kabar Raja Ponsel Legendaris Nokia dan BlackBerry kini?

Editor: AR Purba
Selasa, 18 November 2025 | 16:52 WIB
Apa Kabar Raja Ponsel Legendaris Nokia dan BlackBerry kini?
Ponsel Blackberry (kiri) dan Ponsel Nokia, telepon gengam vintage yang sempat menjadi raja ponsel dimasanya. (astakom.com)

astakom.com, Techno- Di awal tahun 2000-an, kira- kira sekitar 2 dekade labih yang lalu, jauh sebelum teknologi Android dan IOS hadir. Generasi di masa itu mengenal 2 merk Handphone yang sangat diandalkan sebagai alat komunikasi, Nokia dan BlackBerry.

Bahkan, 2 ponsel tersebut dulunya sempat menyandang jukukan raja ponsel. Tidak hanya fungsi dan fiturnya yang memanjakan, tapi brand nokia dan BlackBerry dengan varian tipenya menjadi satndar profesi sekaligus standar sosial bagi penggunanya.

Berjuluk Raja Ponsel Legendaris

Bagi generasi yang sempat tumbuh dimasa raja ponsel BlackBerry dan Nokia menguasai pasar ponsel, akan selau ada kesan kuat. Bahan masih terus menunggu, jika saja 2 ponsel yang menyandang gelar 'Raja Legendaris Ponsel' kembali di produksi massal.

Aapakah Gen Z sempat mengenal 2 brand raja ponsel tadi?. Kini Nokia dan BlackBerry menjalani babak baru yang jauh dari gemerlap masa kejayaannya.

Dari penelusuran informasi terkini yang kami kulik, brand ponsel Nokia, perusahaan induknya sekarang lebih fokus untuk pengembangan infrastruktur jaringan — 5G, IoT, dan teknologi komunikasi masa depan.

Meski Nokia sempat bermetamorfosis menjadi HMD (Human Mobile Devices), pada pemberitaan belum lama ini, di Amerika Serikat, HMD justru sudah menarik diri dari pasar smartphone Nokia, dan hanya meninggalkan layanan terbatas untuk konsumen yang masih punya ponsel Nokia.

Nasib BlackBerry kini?
Sementara itu, ponsel BlackBerry secara pasaran resmi dan non resmi sudah hampir dipastikan hilang dari peresdaran. Bahkan diketahui, perusahaan aslinya telah meninggalkan produksi massal ponsel BlackBerry dan beralih fokus ke pengembangan software keamanan dan sistem implement.

Refocusing Perusahaan pendiri BlackBery tersebut sangat bisa dimaklumi. Apa pasal?

Perusahaan yang sebelumnya bernama Research In Motion (RIM), berdiri tahun 1984, awalnya memang perusahaanyang menekankan pada riset teknologi berbasi pertahanan, kemanan militer dan hanya untuk kalangan terbatas. Hingga kecepatan perubahan teknologi merubah benavior penggunanya dan di produksi massal untuk seluruh kalangan pengguna.

Diera kejayaanya, BlackBerry memang sempat berkembang menjadi ponsel pintar ikonis yang terkenal dengan keyboard QWERTY dan layanan push email.

Lebih rinci lagi, perusahaan asal Kanada itu memang berfokus pada teknologi data nirkabel hingga sempat menjadi pelopor meluncurkan pager dua arah. Saat itu, pager pertama bernama BlackBerry 850 di produksi untuk kalangan eksekutif tahun 1999. yang kemudian

Perkembangan informasi terkini, dikutip dari Gizchina.com BlackBerry kembali dicari- cari para user. Dalam pemberitaanya disebutkan, bagi para pengguna BlackBerry seolah ada kehidupan baru lewat sentimen nostalgia. Bahkan dikalangan Gen Z — yang kembali beruburu dan membeli BlackBerry bekas, mereka seolah ingin mendapat kesan touching pada keyboard fisik BlackBerry dan pengalaman tanpa gangguan notifikasi sosial media.

Kini BlackBerry dan Nokia hanya sebatas brand. Nama 2 merk ponsel legendaris itu menjadi  sekedar icon penyemangat Perusahaan yang melahirkanya, merangkak kembali berinovasi jalur lain, sekdar untuk menjaga nafas keberadaan brand ponsel legendaris itu. (aSP)

Gen Z Takeaway

Nostalgia banget sih, dulu Nokia sama BlackBerry tuh * OG* banget. Gen Z sekarang nyari lagi bukan karena speknya, tapi karena aesthetic dan keyboardnya yang satisfying. Kadang teknologi jadul tuh vibes-nya lebih real, nggak se–overstimulating HP sekarang. Kayak nemu timeline lain yang lebih chill, no drama, no notif spam.

Diperbarui 23.08 WIB (18/11/2025)

Andorid BlackBerry IOS Nokia Ponsel canggih Ponsel Nokia raja ponsel Teknologi teknologi gadget

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB