Update Insiden di SMA Kelapa Gading: Pelaku Meledakkan dengan Remote Control, Kabar baiknya 68 Korban Sudah kembali ke Rumah
astakom.com, Jakarta - Kepolisian mengungkap sejumlah fakta hasil olah TKP atas peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta, yang terjadi pada akhir pekan lalu.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri,mengungkapkan terduga pelaku dalam peristiwa ini adalah seorang siswa aktif di SMAN 72 Jakarta.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku merupakan anak di bawah umur dan siswa aktif di sekolah tersebut," kata Asep dalam konferensi pers, Selasa sore (11/11/2025).
Penanganan para Korban
Sementara itu, update dari sisi korban, Kepolisian menyatakan bahwa penanganan dilakukan dengan baik bahkan sudah ada yang pulih hingga dibperkenankan kembali ke rumah"Total korban akibat peristiwa tersebut tercatat sebanyak 96 orang dengan rincian 67 orang luka ringan, 26 luka sedang, dan tiga orang luka berat," ujar Asep.
Hingga Selasa, 68 pasien sudah dipulangkan. Sementara 28 lainnya masih di rawat di Rumah Sakit Yarsi, Rumah Sakit Islam Jakarta, dan Rumah Sakit Kramat Jati.
Temuan Bom dengan Kendali Remote
Henik mengatakan bom yang meledak di masjid SMAN 72 Jakarta diduga dikendalikan menggunakan remote. Henik mengatakan posisi pelaku saat meledakkan bom tersebut tidak berada di dalam masjid.
"Dari beberapa barang bukti kita analisis bahwa power yang digunakan oleh terduga itu dengan menggunakan 4 buah baterai AAAA kemudian initiator-nya adalah electric mass, kemudian explosive-nya mengandung potassium chloride," kata Henik, Selasa (11/11).
Henik mengatakan remote yang digunakan pelaku untuk meledakkan bom di masjid tidak ditemukan di dalam masjid. Di lokasi ditemukan sisa material ledakan bom.
"Dapat disimpulkan untuk di TKP pertama di masjid bahwa dengan material yang ditemukan rangkaian tersebut adalah rangkaian bom aktif dengan menggunakan remote. Hal tersebut disesuaikan dengan ditemukannya 4 buah baterai transmiter dan bagian receiver yang menggunakan daya 6 volt, jadi antara power dengan receiver itu ada kesesuaian dayanya 6 volt," imbuhnya.
2 Bom belum sempat meledak
Selain itu, Henik juga mengatakan total ada tujuh bom yang ditemukan di TKP. Dia mengatakan pihaknya langsung melakukan penjinakan beberapa bom yang masih aktif.
"Kami melakukan penjinakan bom yang masih aktif dan mengamankan bahan peledak di TKP. Dan kemudian melakukan observasi di tempat kejadian ledakan, kemudian melakukan sterilisasi ulang," kata Henik.
"Di TKP 1 ditemukan dua kawah ledak itu dimungkinkan ada dua bom yang sudah meledak di dalam masjid," kata Henik.
Selain di masjid, dari total 7 bom tersebut, sebanyak empat bom ditemukan di bank sampah sekolah.
"Kemudian untuk di bank sampah kami menemukan ada empat bom," ujar Henik.
Dua dari empat bom tersebut sudah diledakkan. Sementara dua lainnya masih aktif saat ditemukan.
"Dua sudah diledakkan dan dua masih aktif," ujarnya.
Bukan Tindak Pidana Terorisme
Densus 88 memastikan insiden ledakan SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang dilakukan pelaku berinisial ABH tidak terkait tindak pidana terorisme. Tindakan itu murni kriminal umum.
"Densus 88 melakukan cek terkait dengan jaringan teror baik itu global, regional maupun domestik, sampai dengan saat ini tidak ditemukan adanya aktivitas terorisme yang dilakukan ABH, jadi murni tindakan yang dilakukan adalah tindakan kriminal umum," kata PPID Densus 88 Anti Teror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana.
Hal itu diketahui berdasarkan pemeriksaan alat bukti dan keterangan yang didapat dari para saksi yang kemudian dicek oleh Densus 88.
"Jadi tidak ada kaitan dengan jaringan apa pun sehingga dalam analisa Densus 88 kejadian ini belum termasuk tindak pidana terorisme sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 5 Tahun 2018," ujar Mayndra.
Diduga Terinspirasi Penjahat Dunia
Mayndra mengtakan pelaku terinspirasi tindakan ekstrem di luar negeri. Nama-nama pelaku penembakan di Kanada hingga Selandia Baru ditulis di senjata mainan yang dibawa pelaku.
"Simbol-simbol tersebut bukan merupakan relasi komunitas atau relasi entitas atau ABH tidak berafiliasi dengan paham-paham atau tokoh-tokoh yang dicantumkan karena itu sekadar menginspirasi," ujarnya.
Mayndra mengatakan pelaku sudah melakukan pencarian sejak awal 2025. Pelaku juga disebut memiliki motivasi dendam akibat perlakuan yang diterimanya.
"Di sini dia mencoba mencari bagaimana orang-orang itu meninggal dunia atau mengalami kecelakaan kekerasan secara keji maupun berbagai tingkatannya di situ yang menginspirasi yang bersangkutan," tuturnya.
Presiden: Instansi Terkait Lakukan Penanganan Korban dengan Baik
Sevelumnya di beriitakan pada Jumat (7/11/2025) salah satu lokasi di Jakarta Utara dihebohkan dengan kejadian ledakan yang mengakibatkan beberapa siswa mengalami luka- luka.Percisnya peristiwa tersebut terjadi di salah satu Sekolah Menengah Atas di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara,
Menanggapi kejadian itu, Presiden Prabowo langsung responsif dengan memberi pesan kepada berbagai pihak terkait agar melakukan penanganan segera, khususnya bagi para korban.(aLf/aSP)
Gen Z Takeaway
Ledakan di SMAN 72 Jakarta ternyata dilakukan oleh siswa sekolah itu sendiri. Polisi temukan tujuh bom rakitan yang dikendalikan lewat remote, tapi dipastikan bukan aksi terorisme, melainkan kriminal akibat dendam pribadi dan pengaruh konten ekstrem. Kasus ini jadi pengingat pentingnya perhatian serius pada kesehatan mental dan keamanan sekolah.













