Konferensi Internasional UISPP 2025: Angkat Kekayaan Budaya dan Sejarah Indonesia

Editor: Alfian Tegar
Senin, 27 Oktober 2025 | 21:06 WIB
Konferensi Internasional UISPP 2025: Angkat Kekayaan Budaya dan Sejarah Indonesia
Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka UISPP Inter-Regional Conference 2025 bertajuk "Asian Prehistory Today: Bridging Science, Heritage, and Development", di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, Senin (27/10). Konferensi UISPP menjadi forum penting bagi para akademisi, peneliti, konservator, dan praktisi dari berbagai negara untuk berdiskusi, berbagi temuan terbaru, dan meninjau perkembangan ilmu prasejarah. (Dok. Kementerian Kebudayaan)

astakom.com, Jakarta - Tahun 2025 ini, Indonesia terus mengejar eksistensinya sebagai salah satu negara di Asia yang aktif menyelenggarakan forum Ilmiah Internasional. Seperti pada hari ini (27/10/2025), Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi internasional Union Internationale des Sciences Préhistoriques et Protohistoriques (UISPP) 2025.

Mewakili Pemerintah dan Presiden RI, Menteri Kebudayaan (Menbud) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc, membuka acara UISPP Inter-Regional Conference 2025 bertajuk ‘Asian Prehistory Today: Bridging Science, Heritage, and Development’ yang diselenggarakan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Berlangsung 10 Hari, di 3 Lokasi

Konfrensi UISPP 2025 dibuka hari ini Senin, 27/10/2025 tepat 1 hari menjelang peringatan Sumpah Pemuda. Dalam Rundown acara yang beredar, Konferensi ini rencananya berlangsung selama 10 hari. Dimulai hari ini 27 OKtober 2025 hingg 6 November 2025.

Perhelatan Konfrensi UISPP 2025 akan berlangsung di tiga lokasi utama, antara lain UKSW, Museum Manusia Purba Sangiran, dan Museum Ullen Sentalu Yogyakarta.

Pembukaan konferensi ini turut dihadiri oleh Wali Kota (Walkot) Salatiga Robby Hernawan, Presiden UISPP Prof Jacek Kabaciński, Koordinator Komite Ilmiah APT 2025 Prof Harry Widianto dan Prof François Sémah, Rektor UKSW Prof Intiyas Utami, Ketua Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Herry Yogaswara, dan Direktur Institut Français d'Indonésie (IFI) Jules Irmann.

Peserta Praktisi lmuwan, Peneliti dan konservator dari berbagai Negara

Konferensi UISPP 2025 ini juga menghadirkan ilmuwan, peneliti, konservator, dan praktisi dari puluhan negara untuk meninjau kajian prasejarah Asia dan warisan budaya global. Selain Indonesia, Asia Tenggara jadi sorotan utama.

Fadli Zondalam sambutannya mengatakan Indonesia bangga menjadi tuan rumah konferensi ini dan menjadikan Indonesia sebagai pusat pergerakan peradaban manusia.

“Indonesia bangga menjadi tuan rumah konferensi ini karena nilai yang dibahas lebih luas dari sekadar warisan nasional kita. Ini adalah catatan prasejarah bersama Asia, dan dalam banyak hal dunia,” ucap Fadli Zon di hadapan para peserta internasional.

“Forum ini turut mengakui bahwa kepulauan ini adalah salah satu pusat sejarah manusia. Forum ini juga mengakui bahwa Asia merupakan koridor penting pergerakan dan inovasi manusia,” sambungnya.

UISPP President Jacek Kabaciński menyampaikan apresiasinya atas terselenggara konferensi yang diikuti oleh perwakilan dari 40 negara.

Kabaciński berujar penyelenggaraan konferensi ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian acara dalam memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Prancis-Indonesia.

"Saya mengucapkan selamat kepada perwakilan dari 40 negara yang menghadiri konferensi ini. Semoga diskusi selama 10 hari ke depan dapat sukses dan produktif," ujar Kabaciński.

Apa itu UISPP Inter-Regional Conference 2025

Konferensi ini merupakan bagian dari agenda internasional Union Internationale des Sciences Préhistoriques et Protohistoriques (UISPP) dan bekerja sama dengan Kemenbud melalui Museum dan Cagar Budaya.

Konferensi UISPP menjadi forum penting bagi para akademisi, peneliti, konservator, dan praktisi dari berbagai negara untuk berdiskusi mengenai penemuan terbaru, dan meninjau perkembangan ilmu prasejarah.

Tidak hanya fokus pada penemuan dan penelitian di Indonesia, konferensi UISPP juga membuka wawasan terhadap warisan budaya prasejarah di seluruh Asia Tenggara, Asia, dan dunia.

Tema konferensi ‘Asian Prehistory Today: Bridging Science, Heritage, adn Development dinilai sangat relevan, karenamenekankan sinergi antara sains, warisan, dan pembangunan sebagai pilar kemajuan pengetahuan dan budaya.

Kekayaan Budaya dan Sejarah Indonesia

Fadli Zon juga menyoroti kekayaan sejarah dan budaya Indonesia yang menjadi warisan dunia dan keragaman peradaban.

“Kami menjadi rumah bagi lebih dari 1.340 kelompok etnis yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau, serta penjaga 718 bahasa, sekitar 10% dari warisan linguistik dunia. Lebih dari sekadar biodiversitas, ini adalah keragaman peradaban yang terdiri dari sistem pengetahuan, ritual, epos lisan, pengelolaan air dan tanah, garis keturunan seni, dan tradisi maritim,” jelas Fadli Zon.

“Di sini kita dapat menelusuri jejak kehidupan manusia sepanjang milenium, bahkan jutaan tahun,” sambungnya.

Selain itu, Fadli turut menyampaikan Indonesia memiliki gua-gua prasejarah yang menyimpan narasi kontinu tentang asal-usul manusia, adaptasi, dan kreativitas.

Indonesia juga berkomitmen dalam memajukan budaya, sesuai amanat konstitusi UUD 1945 pasal 32 ayat 1 yang mewajibkan negara untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Hal ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, dalam menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan bangsa.(aLf/ aRSp)

Gen Z Takeaway
Konferensi internasional UISPP 2025 di Salatiga jadi ajang keren yang mempertemukan ilmuwan dan peneliti dari 40 negara buat ngebahas prasejarah Asia dan warisan budaya dunia. Dengan tema “Asian Prehistory Today: Bridging Science, Heritage, and Development,” forum ini bukan cuma soal sejarah kuno, tapi juga cara ngaitin sains, identitas budaya, dan arah pembangunan masa depan.

Fadli Zon Ilmuwan sejarah Jacek Kabaciński Kementerian Kebudayaan Konfrensi UISPP 2025 Penelitian Dosen UISPP 2025 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB