Kreatifitas dan Critical Thingking Pelajar Indonesia perlu Dilatih, Jangan bergantung AI
astakom.com, Jakarta - Ratusan pelajar dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) diajak mengasah kemampuan berpikir kritis melalui ajang 5th Critical Thinking Championship (CTC) 2025.
Kompetisi tahunan yang telah berlangsung sejak 2021 ini menjadi ruang bagi siswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk menguji kemampuan analisis dan pemecahan masalah terhadap isu-isu aktual, seperti Privacy in Artificial Intelligence (AI), Youth Financial Literacy, hingga Uncertainty in the Education System.
Jangan bergantung AI
Dalam jang 5th Critical Thinking Championship kali ini, Penyelenggara berharap agar anak-anak mampu meraih prestasi akademik dan melakukan problem solving secara mandiri."Sangat penting untuk usia anak dan remaja berlatih berpikir kritis untuk peningkatan prestasi akademik, pemecahan masalah, kemandirian dan menyaring informasi," kata Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono saat babak final 5th Critical Thinking Championship (CTC) 2025.
"Pentingnya siswa berpikir kritis untuk membedakan informasi akurat, serta tidak hanya mengandalkan AI sebagai alat bantu, namun harus diimbangi dengan pola pikir mandiri" ungkapnya.
“Mari kita dorong anak-anak terus berpikir kritis, kreatif dan berinovasi,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
Berprestasi dari berbagai Daerah
Dalam babak final yang berlangsung Minggu lalu, para peserta terbaik berhasil keluar sebagai juara di masing-masing kategori SD hingga SMA. Untuk kategori SD, juara pertama diraih oleh Masaru Sabiq dari SD Islam Al Fauzien Depok dengan total skor 143.
Disusul dengan skor 141 oleh Muhammad Zain Rifai dari SDI Raudhah Tangerang Selatan, dan Naufal Kamil Alfarrasy dari SD Islam Al Fauzien Depok sebagai juara ketiga dengan skor 134.
Pada kategori SMP, posisi juara pertama diraih oleh Jacquelyn Calista Chen dari SMP Citra Kasih Jakarta Barat (skor 159), diikuti oleh Abrar Fathullah El Sundy dari Al Irsyad Satya Islamic School Bandung (skor 155), dan Khensy Alicia dari SMP Avicenna Jagakarsa (skor 146).
Sementara itu, di kategori SMA, juara pertama diraih oleh Wynona Callula Almayra dengan skor 162, diikuti oleh Arhael Putri Raspati (skor 150), keduanya berasal dari SMA Labschool Bintaro. Posisi ketiga berhasil diraih Melvin Octavilano Adam dari SMA Al Umanaa Boarding School Sukabumi yang berhasil menempati posisi ketiga dengan skor 147.
Dari total ratusan peserta yang mendaftar dari lebih 50 sekolah di Indonesia, CTC 2025 berhasil menjaring 15 finalis dari 13 sekolah yang tersebar di Tangerang, Depok, Bengkulu, Bekasi, Yogyakarta, Medan, dan Surabaya.
Para juara dalam kompetisi ini berhasil meraih uang tunai, voucher belajar, medali dan sertifikat. Total hadiah mencapai Rp27.000.000. (aLf/aRSp)
Gen Z Takeaway
Ajang CTC 2025 ini bukan sekadar lomba debat akademik, tapi ruang buat generasi muda nunjukin kalau mereka siap jadi problem solver di dunia yang makin kompleks. Dari isu AI sampai keuangan, pelajar Indonesia diajak mikir kritis, bukan cuma pintar teori. Ini bukti kalau “critical thinking” udah jadi soft skill wajib, bukan sekadar jargon kurikulum.













