Dari Jepretan Pertama ke Istana Negara: Kisah Loyalitas Bachren, Fotografer Prabowo
astakom.com, Jakarta, - Dari Lensa Kamera ke Gedung Istana: Jepretan Pertama seorang Fotografer, Bachren Lukskardinul Bersama Prabowo
Tahun 2004 merupakan titik dimana semuanya dimulai, “Foto tahun 2004. Foto pertama saya mengenal Bapak … selamat ulang tahun Bapak… sehat selalu,” tulis Bachren di akun media sosialnya, beserta potret Prabowo Subianto yang terlihat elegan dan memberikan kesan hangat.
Bukan Sekadar Arsip Masa Lalu
Foto itu merupakan saksi dimana Bachren memulai semuanya hingga kini menemani langkah Prabowo Subianto kemanapun dengan Lensa dan Kamera di tanggannya.

Dua dekade silam, Bachren masih menjadi Fotografer majalah MATRA
Kala itu, ia bersama dua jurnalis lainnya — SS Budi Raharjo dan Abdul Kholis — bertugas mewawancarai Prabowo Subianto sebagai edisi khusus majalahnya.
Sosok Prabowo Subianto saat itu masih awam dan belum banyak yang mengenalnya. Tetapi auranya sudah kuat dengan ketegasannya, penuh perhitungan, dan kehangatannya dalam percakapan.
“Bapak sangat menghargai waktu dan disiplin. Tapi begitu wawancara dimulai, suasananya cair,” ucap salah satu anggota tim di lokasi yang bertugas saat itu.
Dalam foto yang kini beredar di media sosial, tampak Prabowo berjas necis duduk dengan santai, sementara Bachren menyiapkan kamera filmnya — mungkin tak pernah menyangka bahwa orang yang ia potret hari itu kelak akan menjadi Presiden Republik Indonesia ke-8, dan dirinya akan menjadi fotografer pribadinya.
Suasana wawancara berlangsung sederhana, jauh dari sorotan besar publik seperti sekarang. Namun bagi Bachren, pertemuan itu menjadi awal dari hubungan profesional yang tumbuh menjadi kepercayaan penuh.
Kisah Inspiratif dengan Lensa Kameranya
Dua dekade berselang, potret itu kembali muncul — kali ini bukan di halaman majalah, melainkan di dunia maya, sebagai ucapan selamat ulang tahun dari seorang fotografer kepada sosok yang dulu hanya dikenal lewat lensa, kini lewat kedekatan sehari-hari.
Sebuah perjalanan inspiratif. Dari membawa lensa untuk majalah, hingga membawa lensa untuk istana. Bachren, juga menjadi saksi perjalanan Prabowo Subianto hingga umurnya yang sudah menginjak 74 tahun ini.(aLf/aRSp)













