Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Tak Lagi Relevan, Luhut Ingin Metode Perhitungan Kemiskinan Diubah

astakom, Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyuarakan keinginannya untuk merubah metode perhitungan garis kemiskinan nasional. Menurutnya, wacana perubahan metode sudah masuk dalam pembahasan pemerintah.

Sebab menurutnya, metode yang ada saat ini sudah tak lagi mencerminkan realitas masyarakat Indonesia yang terus berkembang.

“Sudah kami bicarakan sejak beberapa waktu lalu, bahwa kita harus merevisi angka (perhitungan garis kemiskinan) ini,” ujarnya dalam agenda International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta, dikutip astakom.com, Kamis (12/6).

Kendati demikian, Luhut menegaskan, bahwa usulannya tersebut tidak seharusnya diartikan sebagai hal yang buruk. Justru, kata dia, perubahan ini dilakukan agar lebih mencerminkan realitas masyarakat Indonesia yang terus berkembang.

“Ini bukan menandakan tidak baik, tapi memang angka ini perubahannya harus betul-betul dilihat lagi,” tegas Luhut.

Ia menegaskan bahwa pihaknya di Dewan Ekonomi Nasional tengah berkoordinasi aktif dengan Badan Pusat Statistik (BPS) selaku otoritas terkait, guna mengkaji ulang metode pengukuran garis kemiskinan yang berlaku saat ini.

Nantinya, hasilnya akan diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan akhir.

“Balik lagi, angka kemiskinan itu sama seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program food estate. Semua itu tidak menjadi isu yang tidak bisa diselesaikan,” ujar Luhut.

Meski belum merinci target penyelesaian revisi tersebut, namun mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) itu menyebut, bahwa hasil final dari revisi itu akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo.

Sekadar informasi, bahwa dorongan pembaruan metode perhitungan ini muncul setelah Bank Dunia merilis laporan June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform.

Laporan tersebut menggunakan paritas daya beli (PPP) 2021, yang meningkatkan ambang batas kemiskinan bagi negara berpendapatan menengah atas, dari yang sebelumnya 6,85 dolar AS, menjadi 8,30 dolar AS.

Dengan standar baru itu, Bank Dunia menyebut sebanyak 68,25 persen penduduk Indonesia tergolong miskin. Angka ini jauh berbeda dengan versi perhitungan resmi dari pemerintah melalui BPS.

Meski begitu, BPS sebelumnya sudah memberikan klarifikasi, bahwa garis kemiskinan versi Bank Dunia didasarkan pada median 37 negara dan tidak spesifik mencerminkan kebutuhan hidup masyarakat Indonesia.

Adapun untuk metode perhitungan BPS sendiri berlandaskan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan dua kali setahun, dengan menghitung kebutuhan dasar makanan dan non-makanan.

Feed Update

Presiden Prabowo dan Jajarannya Membayar Zakat, Baznas: Teladan Pemimpin Dorong Kepercayaan Publik

astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto hingga jajaran menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih membayar zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana...

Anak Buah Prabowo Apresiasi Persiapan Pengamanan Nyepi dan Lebaran 2026

Astakom.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, memberikan apresiasi kepada jajaran Polri atas kesiapan mereka dalam mengamankan...

Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman Sudjatmiko: Langkah Strategis Putus Rantai Kemiskinan

astakom.com, Jakarta — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menilai program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda merupakan langkah strategis pemerintah...

Kemenkes Dukung PP Tunas, Soroti Dampak Kesehatan Anak

astakom.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan dukungannya terhadap penguatan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang tengah didorong pemerintah melalui sejumlah...

Para Aktivis Internasional Apresiasi Presiden Prabowo: Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah!

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Rencana Presiden...

Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Populasi Gajah Sumatera dan Kalimantan

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Hal itu...