Polri Bongkar Produksi 525 Ton Beras Fortifikasi, Kandungan Tak Sesuai Label
Polri mengungkap dugaan produksi 525 ton beras fortifikasi PT UDS dengan kandungan gizi yang tidak sesuai label kemasan selama Maret-Agustus 2026.
Polri mengungkap dugaan produksi 525 ton beras fortifikasi PT UDS dengan kandungan gizi yang tidak sesuai label kemasan selama Maret-Agustus 2026.
Mentan Amran soroti kelangkaan beras premium di ritel saat stok nasional melimpah dan tegas memburu dugaan permainan pasokan serta harga.
Pemerintah memperketat pengawasan beras fortifikasi usai 25 merek diduga tak sesuai klaim gizi dan dijual jauh di atas harga wajar.
25 dari 27 merek beras fortifikasi diduga overclaim. Konsumen diminta cek label, kandungan gizi, izin edar, dan butiran FRK sebelum membeli.
25 merek beras fortifikasi diduga palsu dan overclaim. Harga temuan mencapai Rp57 ribu/kg, sementara estimasi kerugian konsumen Rp89 triliun.
25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai standar gizi. Pemerintah proses hukum, cabut izin edar, dan tarik produk dari peredaran.
Mendag Budi Santoso pun menegaskan posisi kementeriannya untuk menghormati seluruh langkah penegakan hukum yang sedang berjalan.
25 merek beras fortifikasi diduga palsu terungkap, simak apa itu beras fortifikasi dan apa bedanya dengan beras biasa yang kita konsumsi.
Mentan Amran ungkap dugaan kecurangan beras fortifikasi rugikan konsumen hingga Rp89 triliun. Pemerintah siap tarik dan proses hukum.
Beras fortifikasi diduga palsu dan dijual mahal hingga Rp57 ribu/kg. Pemerintah dalami dugaan penipuan, sanksinya bisa sampai pencabutan izin.