25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Usai Curi Kandungan Gizi, Mendag: Stok Ritel Aman Jaya

Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 18 September 2026 | 01:07 WIB
25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Usai Curi Kandungan Gizi, Mendag: Stok Ritel Aman Jaya
Pengertian beras fortifikasi dan bedanya dengan beras biasa (Gemini AI-astakom.com)

astakom.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari sektor pangan nasional. Pemerintah resmi menarik 25 merek beras fortifikasi dari peredaran setelah hasil pengujian menunjukkan puluhan produk tersebut tidak memenuhi standar kandungan gizi seperti yang tercantum pada label kemasan.

Meskipun puluhan merek harus ditarik dan izin edarnya dicabut, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan stok dan ketersediaan beras di pasar ritel bakal tetap aman terkendali.

Penyebab Utama 25 Merek Beras Ditarik

Penarikan masif ini berawal dari hasil pengujian ilmiah yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui empat laboratorium berbeda terhadap 27 merek beras yang mengklaim sebagai beras fortifikasi.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa dari 27 merek yang diuji, 25 merek dinyatakan tidak memenuhi standar kandungan gizi sesuai label.

Atas temuan fatal ini, langkah tegas langsung diambil:

  • Penghentian Produksi & Penarikan: Bapanas menyatakan 25 merek tersebut telah menghentikan produksi. Hingga pekan pertama September 2026, sebanyak 12 merek telah menarik stoknya, sementara sisanya masih dalam proses penarikan dari pasar. 
  • Sanksi SP & Pencabutan Izin: Sebanyak 11 pelaku usaha yang memegang 25 izin edar beras bermasalah tersebut telah menerima surat peringatan dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) berkoordinasi dengan Bapanas. Izin edar 25 merek ini dipastikan akan dicabut. 
  • Usut Tuntas Jalur Hukum: Dugaan unsur pidana dalam kasus ini sedang didalami Bareskrim Polri dan Satgas Pangan Polri. 

Mendag Budi Santoso pun menegaskan posisi kementeriannya untuk menghormati seluruh langkah penegakan hukum yang sedang berjalan.

“Kita hormati proses hukum yang berjalan,” tutur Budi.

Mendag Pasang Badan: Pasokan Diganjel 1 Juta Ton Beras SPHP Bulog

Masyarakat diimbau buat nggak panik. Mendag Budi Santoso menegaskan kalau penarikan 25 merek beras bermasalah ini sama sekali nggak bakal mengganggu ketersediaan beras medium maupun premium di masyarakat.

Pemerintah sudah menyiapkan benteng pasokan tambahan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikelola oleh Perum Bulog.

“Enggak (masalah), (stok) aman, aman,” kata Budi dikutip Kamis (17/09/2026).

Pemerintah telah menyepakati alokasi tambahan satu juta ton beras SPHP dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada 7 September 2026 untuk memperkuat pasokan dan menjaga stabilitas harga.

“Bulog kan sudah menyampaikan untuk memasok satu juta ton SPHP berupa beras kita, waktu itu rapat di Kemenko Pangan. Jadi saya kira enggak ada masalah,” ujar Budi.

Jalur Distribusi & Ketahanan Stok Pangan Nasional

Untuk memastikan masyarakat tetap gampang dapet beras berkualitas, Kemendag bakal terus berkoordinasi ketat bareng Bapanas dan Kementan. Beras SPHP dari Bulog bakal disalurkan secara gencar lewat dua jalur utama: pasar modern dan pasar rakyat.

“Ya salah satunya dari Bulog, distribusinya kita jaga. Nanti kita koordinasi terus dengan Bapanas dan juga dari Kementan,” ucapnya.

Secara keseluruhan, fondasi stok beras nasional saat ini berada di posisi yang sangat tebal:

  • Stok CBP Bulog: Catatan Bapanas menunjukkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog mencapai sekitar 4,6 juta ton per 16 September 2026. 
  • Realisasi SPHP: Penyaluran beras SPHP sejak Maret hingga pertengahan September 2026 sudah menembus sekitar 794.000 ton.

Dengan ketersediaan stok yang melimpah ini, proses pembersihan dan penarikan 25 merek beras fortifikasi abal-abal dipastikan bisa berjalan tuntas tanpa memicu kelangkaan beras di pasaran. (RaM)

Gen Z Takeaway

Pemerintah resmi menarik 25 merek beras fortifikasi dari pasaran akibat klaim gizi di label kemasan yang nggak sesuai hasil uji lab, bahkan kasusnya mulai diusut Bareskrim Polri! Eits tapi tenang, Mendag Budi Santoso menjamin stok beras di pasar ritel aman jaya karena Bulog udah siap menggelontorkan tambahan 1 juta ton beras SPHP ke pasar rakyat dan ritel modern dari total cadangan beras pemerintah yang tembus 4,6 juta ton.

beras fortifikasi Menteri Perdagangan stok pangan

Infografis

Terkini