Blak-blakan Mentan Amran Sentil Ada Mafia Pangan Stok Biang Kerok Beras Premium Langka

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB
Blak-blakan Mentan Amran Sentil Ada Mafia Pangan Stok Biang Kerok Beras Premium Langka
Stok Melimpah Tapi Beras Premium Langka, Mentan Amran Bongkar Dugaan Mafia (Dok. Kementan)

astakom.com, Jakarta - Aduan masyarakat soal kelangkaan beras premium di ritel modern langsung ditanggapi Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, karena menurutnya kelangkaan ini nggak make sense terjadi.

Mentan Amran bilang kalau dalam kasus ini ada mafia yang bermain. Beras premium ini dilaporkan banyak pihak stoknya langka di sejumlah ritel, padahal stok beras nasional berada dalam kondisi melimpah.

Mentan Amran menilai kelangkaan beras premium di ritel tidak semestinya terjadi, karena kondisi sebenarnya adalah ketersediaan beras nasional mencukupi. Mentan Amran meminta persoalan ini ditindaklanjuti dan dilihat lebih jauh supaya nggak dimanfaatkan pihak tertentu untuk memainkan pasokan dan harga.

“Gimana sih langka beras? Memangnya tidak ada beras?” kata Mentan Amran dalalm keterangannya dikutip astakom.com pada Kamis (24/09/2026).

Stok beras nasional aman

Di sisi lain, Mentan Amran menilai kondisi di pasar tradisional justru menunjukkan harga beras cenderung lebih rendah. 

Makanya dia menilai adanya kelangkaan beras premium di ritel perlu ditelusuri, apalagi saat stok beras secara nasional tersedia dalam jumlah besar.

“Tidak ada beras premium? Kalau begitu, jangan sampai ada yang memanfaatkan kondisi ini untuk bermain atau berlaku nakal. Padahal, berasnya sama,” katanya.

Ada mafia

Mentan Amran juga mengaitkan persoalan itu dengan praktik curang dalam tata niaga beras yang sebelumnya ditemukan pemerintah. Dia ngespill kejadian kelangkaan ini related sama kasus dugaan pelanggaran pada produk beras fortifikasi. Dia menegaskan praktik yang mengambil keuntungan dengan merugikan masyarakat harus dengan tegas diberantas.

“Lah, sebut saja besar-besar di media. Ada mafia yang membuat persoalan ini menjadi ribut. Tahu tidak, Rp89 triliun itu diambil dari hak rakyat. Itu penipuan, karena yang diambil adalah hak rakyat. Benar, kan?” ungkap Andi Amran.

Ada perbedaan harga

Dia ngasih contoh ada perbedaan harga yang sangat besar antara harga yang menurut perhitungannya semestinya dengan harga jual produk tertentu. Dia bilang kalau produk yang seharusnya berada di kisaran Rp13.000 justru dijual sampe Rp57.000.

“Bayangkan, harganya Rp13.000, dijual Rp57.000. Adil tidak itu?” katanya.

Mentan Amran pastikan pemerintah nggak bakal membiarkan pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran. Dia ngemention ada tiga langkah yang bisa dilakukan pemerintah, yakni moratorium, pencabutan izin, dan proses hukum.

“Yang melanggar kita tindak. Ada tiga proses: izinnya dicabut, dimoratorium, dan diproses secara hukum,” ujarnya.

Beras premium harusnya nggak langka

Mentan Amran sampe heran sama soal kelangkaan beras premium di ritel ini, dia menegaskan melimpahnya stok beras nasional harusnya menjamin ketersediaan beras buat masyarakat. Makanya, kelangkaan di tingkat ritel tidak boleh dijadikan alasan buat memainkan harga maupun pasokan beras premium.

“Nggak ada alasan. Tidak impor, apa alasannya lagi? Berarti memang ada mafia dari dulu. Ini harus diberesin,” kata Mentan Amran.

Temuan dan aduan dari masyarakat ini akan menjadi sorotan pemerintah, juga komitmen untuk terus membenahi tata kelola perdagangan beras. Dia memastikan distribusi akan dipantau supaya terus berjalan, serta menindak praktik yang merugikan masyarakat.

“Tidak ada ruang bagi mafia beras di Indonesia. Kita berhadapan,” tegasnya. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Mentan Amran menyoroti kelangkaan beras premium di sejumlah ritel modern yang dinilai nggak masuk akal di tengah stok beras nasional yang melimpah. Dia menduga ada pihak yang memainkan pasokan dan harga, sehingga persoalan ini diminta untuk ditelusuri lebih dalam. Pemerintah juga menegaskan praktik curang dalam tata niaga beras bakal ditindak, mulai dari moratorium, pencabutan izin, sampai proses hukum. Intinya, stok melimpah harusnya bikin harga dan pasokan aman, bukan malah jadi celah buat pihak tertentu bermain.

Beras Premium Mentan Andi Amran Sulaiman beras fortifikasi palsu beras fortifikasi beras premium langka di ritel

Infografis

Terkini