Program SUGT Buka Jalan Siswi Jakarta Tembus Kampus Dunia

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 7 November 2026 | 07:05 WIB
Program SUGT Buka Jalan Siswi Jakarta Tembus Kampus Dunia
Program SUGT Buka Jalan Siswi Jakarta Tembus Kampus Dunia [Bakom]

astakom.com, Jakarta – Impian Fauziah Rachma Anjani dengan usia 18 tahun untuk melangkah ke kampus global sempat terkunci rapat. Siswi kelas 12 SMAN 28 Jakarta yang akrab disapa Fau ini awalnya tak berani mematok ekspektasi tinggi demi menjaga finansial keluarga dan ketenangan hati orang tuanya.

Namun, kehadiran program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT) mendadak jadi game changer yang memecah barisan keraguan tersebut.

“Program SUGT ini membuat (pikiran) saya terbuka bahwa kuliah tuh enggak harus di dalam negeri. Banyak kampus global di dunia yang bisa membuat saya lebih berkembang,” tutur Fauziah berdasarkan rilis yang diterima oleh astakom pada Sabtu (07/11/2026).

Terhalang Biaya dan Restu

Sebelum Sekolah Garuda hadir di radar pendidikannya, bayangan merantau ke negeri orang saja sudah bikin Fau mengelus dada. Beban finansial hingga biaya hidup harian di negara tujuan menjadi tembok besar yang sulit diterobos.

“Hal pertama yang saya pikirin untuk berkuliah di luar negeri itu pertama living cost ya, Kak. Dari segi biaya, waduh gimana nih kalau kuliah di luar negeri, pasti butuh biaya yang besar untuk kehidupan saya ataupun pendidikan saya,” ungkap Fau.

Di luar masalah dana, faktor restu orang tua juga menjadi pertimbangan berat. Meski tak diungkapkan secara blak-blakan, Fau paham betul ada kekhawatiran mendalam jika dirinya harus berjuang jauh dari rumah.

Kondisi tersebut membuatnya memilih bersikap realistis dengan membidik Fakultas Hukum di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) dekat rumah pilihan yang sebenarnya sudah ia incar sejak duduk di kelas 10.

Jawaban Keraguan

Secercah harapan datang ketika sosialisasi program SUGT digelar di sekolahnya. SMAN 28 Jakarta resmi terpilih sebagai salah satu penerima manfaat program tersebut tahun ini.

Pendekatan program ini terbukti inklusif karena melibatkan orang tua secara langsung sejak tahap sosialisasi hingga proses seleksi. Orang tua diminta menandatangani surat persetujuan resmi, yang seketika meluruhkan dua beban terbesar dalam pikiran Fau.

“Jadi, orang tua tuh sangat mendukung dan gembira ketika saya menentukan bahwa saya ingin berkuliah di luar negeri,” jelasnya.

Intensif Tembus Beasiswa Global

Kini, Fau resmi menjadi bagian dari 96 siswa SMAN 28 Jakarta yang lolos kurasi ketat program SUGT. Mereka mendapatkan penggemblengan intensif dari para pengajar berpengalaman asal PTN terkemuka guna mempersiapkan diri menembus beasiswa perguruan tinggi luar negeri.

Diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), SUGT ditujukan untuk SMA/MA berakreditasi A yang mengantongi rekam jejak prestasi nasional ataupun internasional.

Akses Pendidikan Kelas Dunia

Program ini mencakup pengayaan komprehensif, mulai dari pelatihan manajemen sekolah, peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, hingga pembinaan terarah bagi para siswa. Melalui SUGT, pemerintah berupaya membuka akses pendidikan kelas dunia bagi pelajar dari beragam latar belakang socio-ekonomi agar kelak kembali untuk mengabdi pada Tanah Air. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kisah Fauziah ngebuktiin kalau keterbatasan finansial dan rasa ragu soal izin orang tua bukan alasan buat nempatin mimpi di kotak sempit. Lewat hadirnya fasilitasi penuh dari program pemerintah seperti SUGT, jalan menuju universitas bertaraf internasional makin terbuka lebar bagi siapapun yang berani ambil peluang dan terus berprestasi.

Sekolah Garuda SMA Unggul Garuda SUGT siswa

Infografis

Terkini