Jangan Asal Makan, Ini Cara Membaca Tanggal Kedaluwarsa dalam Label Pangan
astakom.com, Jakarta – Sebelum memasukkan makanan atau minuman ke keranjang belanja, ada satu hal kecil yang jangan sampai terlewat, yaitu mengecek tanggal kedaluwarsa. Bukan sekadar formalitas pada kemasan, informasi ini menjadi petunjuk penting untuk mengetahui batas jaminan mutu produk pangan olahan.
Melansir dari keterangan resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai penandaan kedaluwarsa pangan olahan, dikutip pada Sabtu (07/11/2026), masyarakat perlu lebih teliti membaca tulisan Baik digunakan sebelum sekaligus memperhatikan petunjuk penyimpanan yang tercantum pada kemasan.
Pasalnya, tanggal kedaluwarsa tidak bisa dilepaskan dari cara produk disimpan. Jadi, meskipun kemasannya terlihat masih bagus, konsumen tetap perlu memastikan informasi pada label sebelum membeli ataupun mengonsumsinya.
Kenali tulisan 'baik digunakan sebelum'
Saat melihat kemasan makanan atau minuman, konsumen mungkin menemukan tulisan Baik digunakan sebelum yang diikuti keterangan tanggal tertentu. Bagian inilah yang perlu diperhatikan karena menjadi penanda batas akhir jaminan mutu pangan olahan.
BPOM menjelaskan bahwa format tanggal kedaluwarsa dapat berbeda sesuai masa simpan produk.
Untuk pangan olahan dengan masa simpan kurang dari atau sama dengan tiga bulan, keterangan kedaluwarsa harus mencantumkan tanggal, bulan, dan tahun.
Sementara itu, produk dengan masa simpan lebih dari tiga bulan dapat menggunakan format tanggal, bulan, dan tahun atau bulan dan tahun.
Artinya, jangan langsung menganggap kemasan tidak mencantumkan informasi lengkap hanya karena tidak menemukan angka tanggal secara spesifik. Perhatikan juga format penulisan yang digunakan.
Jangan lewatkan petunjuk penyimpanan
Selain tanggal kedaluwarsa, cara menyimpan produk juga punya peran penting dalam menjaga mutunya.
BPOM mengatur bahwa pangan olahan yang masa simpannya dipengaruhi kondisi tertentu wajib mencantumkan petunjuk penyimpanan. Contohnya, produk yang harus disimpan dalam kondisi beku perlu mengikuti ketentuan suhu yang tertera pada kemasan.
Informasi tersebut perlu diperhatikan karena jaminan mutu produk juga berkaitan dengan kondisi penyimpanannya. Karena itu, jangan hanya membaca tanggalnya, tetapi cek juga apakah produk perlu disimpan di lemari pendingin, freezer, atau kondisi khusus lainnya.
Untuk produk yang tidak langsung habis dalam satu kali konsumsi, petunjuk penyimpanan setelah kemasan dibuka juga penting diperhatikan.
Periksa label sebelum memutuskan membeli
Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan agar tidak asal memilih produk pangan olahan.
Pertama, cari tulisan Baik digunakan sebelum dan pastikan informasi tanggalnya terbaca jelas. Kedua, periksa apakah tulisan pada kemasan masih utuh, tidak pudar, dan tidak dihapus.
Ketiga, baca petunjuk penyimpanan agar produk tetap berada dalam kondisi yang sesuai dengan ketentuan pada kemasannya.
BPOM juga mengingatkan bahwa produk yang telah melewati batas kedaluwarsa tidak lagi terjamin mutunya sehingga tidak boleh dikonsumsi maupun diedarkan.
Dengan kata lain, jangan menjadikan tampilan fisik produk sebagai satu-satunya patokan. Informasi pada label tetap harus menjadi perhatian utama.
Teliti sebelum membeli, jangan cuma lihat kemasan
Mengecek tanggal kedaluwarsa mungkin terlihat seperti kebiasaan kecil, tetapi langkah ini penting untuk membantu konsumen memilih pangan olahan dengan lebih cermat. Membaca label dan mengikuti petunjuk penyimpanan juga menjadi bagian dari upaya menjaga mutu produk yang dikonsumsi sehari-hari. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
Belanja makanan jangan cuma fokus pada harga, rasa, atau kemasan yang menarik. Luangkan waktu sebentar buat mengecek tulisan Baik digunakan sebelum dan petunjuk penyimpanannya. Ingat, produk yang terlihat masih bagus belum tentu mutunya tetap terjamin kalau sudah melewati batas kedaluwarsa. Jadi, yuk, lebih teliti sebelum membeli dan jangan asal konsumsi!









