NASA Perkenalkan X-70 Fractal, Pesawat Eksperimental untuk Riset Penerbangan
astakom.com, Techno – NASA memperkenalkan pesawat eksperimental terbarunya bernama X-70 Fractal yang disiapkan untuk mendukung pengembangan teknologi penerbangan masa depan. Bukan sekadar pesawat untuk uji terbang biasa, wahana ini dirancang sebagai laboratorium terbang yang memungkinkan para peneliti menguji sistem kendali dan kemampuan manuver pesawat dalam kondisi penerbangan nyata.
Melansir dari keterangan resmi National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang dikutip pada Sabtu (07/11/2026), X-70 Fractal diperkenalkan dalam acara UP.Summit di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya NASA memperluas penelitian aeronautika melalui pengujian berbagai teknologi penerbangan yang lebih canggih.
Pesawat ini memiliki desain yang dapat dikonfigurasi ulang dengan cepat, terutama pada sistem kendali penerbangannya. Teknologi tersebut memungkinkan NASA mempelajari kemampuan manuver pesawat melalui berbagai pengaturan yang sebelumnya belum pernah diperagakan dalam penerbangan berawak.
X-70 Fractal dirancang untuk berbagai eksperimen penerbangan
Salah satu keunggulan yang disiapkan pada X-70 Fractal adalah fleksibilitas dalam membawa perangkat penelitian. Pesawat ini dapat menampung muatan eksperimen hingga 2.000 pon atau sekitar 907 kilogram, baik di bagian dalam maupun luar badan pesawat.
Kemampuan tersebut memberikan ruang bagi NASA untuk menjalankan beragam pengujian tanpa harus menggunakan konfigurasi yang sama untuk setiap eksperimen. Sistem modularnya juga memungkinkan pergantian muatan penelitian dilakukan lebih cepat sehingga proses pengujian teknologi bisa berjalan lebih fleksibel.
Administrator NASA Jared Isaacman menjelaskan bahwa X-70 akan menjadi platform berawak berperforma tinggi untuk menguji teknologi kendali penerbangan, manuver, serta inovasi aeronautika lainnya secara langsung.
Dalam keterangannya, Isaacman juga menyampaikan bahwa NASA memperkirakan penerbangan pertama X-70 di bawah program badan antariksa tersebut dapat berlangsung dalam dua tahun ke depan.
Ini spesifikasi dan kemampuan terbang X-70
Dari sisi teknis, NASA merancang X-70 Fractal dengan bobot lepas landas mencapai 10.000 pon atau sekitar 4.536 kilogram. Pesawat ini ditargetkan memiliki kecepatan jelajah Mach 0,75, dengan kemampuan terbang hingga ketinggian 45.000 kaki atau sekitar 13,7 kilometer.
Sementara itu, jangkauan operasionalnya dirancang melampaui 1.500 mil laut atau sekitar 2.778 kilometer. Kombinasi kemampuan tersebut diharapkan mendukung penelitian penerbangan dalam berbagai kondisi operasional.
Meski memiliki performa yang dirancang untuk pengujian tingkat lanjut, X-70 tidak diperkenalkan sebagai pesawat tempur. NASA menempatkannya sebagai wahana penelitian untuk mengembangkan dan menguji teknologi penerbangan.
Direktur Divisi Aeronautika NASA Laurie Grindle menyebut kehadiran X-70 sebagai tambahan bagi jajaran pesawat eksperimental atau X-plane yang selama ini digunakan untuk mendorong perkembangan teknologi penerbangan.
Melanjutkan jejak pesawat eksperimental NASA
X-70 Fractal juga menjadi bagian dari perjalanan panjang penelitian penerbangan NASA melalui program pesawat eksperimental. Sebelumnya, badan antariksa Amerika Serikat tersebut telah mengembangkan sejumlah pesawat X-plane dengan misi dan karakteristik penelitian berbeda.
Salah satu yang bersejarah adalah Bell X-1, pesawat yang pertama kali menembus batas kecepatan suara pada 1947. Ada pula X-15 yang digunakan untuk penelitian penerbangan hipersonik serta X-59 yang dikembangkan untuk mendemonstrasikan teknologi penerbangan supersonik dengan suara dentuman sonik yang lebih rendah.
Melalui X-70, NASA ingin memperluas kemampuan pengujian teknologi penerbangan sekaligus mempercepat proses penelitian menuju inovasi aeronautika berikutnya.
Meski jadwal penerbangan pertamanya masih diperkirakan dalam dua tahun mendatang, X-70 Fractal sudah diperkenalkan sebagai salah satu platform penelitian baru NASA. Pengembangan selanjutnya akan menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana teknologi kendali dan kemampuan manuver pesawat dapat diuji melalui penerbangan berawak. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
X-70 Fractal bukan pesawat tempur baru, melainkan laboratorium terbang NASA untuk menguji teknologi penerbangan masa depan. Mulai dari sistem kendali yang bisa dikonfigurasi ulang hingga kapasitas membawa muatan eksperimen sekitar 907 kilogram, pesawat ini disiapkan untuk membuka lebih banyak peluang penelitian aeronautika.








