BGN Pasang Benteng Antikorupsi: Gandeng Dua Eks Pejabat KPK Kawal Program MBG
astakom.com, Jakarta - Langkah tegas diambil Badan Gizi Nasional (BGN) demi menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola proyek berskala nasional. BGN resmi memboyong dua mantan pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat tata kelola kelembagaan serta pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dua sosok senior lembaga antirasuah tersebut adalah Mungki Hadipratikno (mantan Direktur Labuksi KPK) yang kini menjabat Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, serta Haerudin (mantan Kepala Sekretariat Dewas KPK) yang dipercaya mengemban posisi Direktur Manajemen Risiko Pemenuhan Gizi BGN.
Komitmen Antikorupsi dan Fondasi Integritas Kelembagaan
Langkah memboyong eks pejabat KPK ini menjadi sinyal kuat bahwa BGN tidak main-main dalam membangun benteng pencegahan korupsi. Kepala BGN Sudaryono menyambut positif dukungan tersebut demi memperkuat komitmen antikorupsi di tubuh BGN.
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi dukungan KPK dalam memperkuat tata kelola di lingkungan BGN.Ini adalah langkah kami untuk memperkuat komitmen antikorupsi. Bagi kami, integritas dan akuntabilitas bukan sekadar prinsip administratif, melainkan fondasi utama dalam menjalankan program sebesar MBG," ujar Sudaryono di Jakarta dikutip Sabtu (07/11/2026).
Ia menambahkan bahwa BGN berkomitmen terus membangun sistem yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta pencegahan potensi penyimpangan sejak hulu. BGN juga bersikap terbuka terhadap masukan dan rekomendasi dari KPK.
"Setiap rekomendasi yang diberikan oleh KPK menjadi masukan penting bagi kami untuk membenahi dan menyempurnakan sistem. Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan Program MBG berjalan sesuai ketentuan, memiliki mekanisme pengawasan yang kuat, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik," kata Sudaryono.
Sistem Pengawasan Berlapis Demi Ketepatan Sasaran
Penguatan tata kelola internal ini dipastikan bakal berjalan beriringan dengan percepatan distribusi program di lapangan. Mengingat cakupan MBG yang sangat luas dan menyangkut masa depan gizi anak-anak Indonesia,BGN membutuhkan kontrol dan pengawasan ekstra ketat agar program berjalan efisien dan bersih dari praktik rasuah.
"Program ini menyangkut kepentingan masyarakat luas, terutama pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, sehingga pelaksanaannya harus benar-benar dijaga. Kita tidak hanya ingin program ini berjalan cepat dan menjangkau banyak penerima manfaat, tetapi juga harus tepat sasaran, berkualitas, efisien, dan bersih dari praktik korupsi," tutur Sudaryono.
Sudaryono menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak awal ketimbang menunggu munculnya masalah di kemudian hari.
"Prinsip kami jelas, pencegahan harus dilakukan sejak awal. Jangan menunggu muncul persoalan baru dilakukan pembenahan. Kita bangun sistem yang kuat, pengawasan yang berjalan, dan budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap program ini dapat terus kita jaga," ucap Sudaryono. (RaM)
Gen Z Takeaway
Langkah satset BGN ngerangkul eks pejabat KPK ini bener-bener major flex buat ngebuktiin komitmen transparansi mereka, Vips! Mengingat Program Makan Bergizi Gratis ini menyangkut hajat hidup dan gizi anak-anak Indonesia, pengawasan ketat sejak hulu emang wajib hukumnya biar enggak ada oknum nakal yang 'numpang makan'. Bottom line-nya: respect banget sama upaya proteksi dini ini, semoga pelaksanaannya di lapangan beneran bersih, tepat sasaran, dan bebas dari drama korupsi.









