Dirut KAI Kena Ungkap KPK: Aset Uang Cash Rp2 Miliar Disita Terkait Skandal Digitalisasi SPBU Pertamina
astakom.com, Jakarta - Penyidikan skandal dugaan korupsi pengadaan digitalisasi SPBU di PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023 makin memanas. Lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah menyita uang tunai bernilai fantastis, yakni sebesar Rp2 miliar, dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) berinisial Bobby Rasyidin (BR).
Langkah tegas ini diambil tim penyidik usai memeriksa Bobby dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk menelusuri aliran dana haram dalam proyek digitalisasi tersebut.
Penelusuran Aliran Uang dan Pengamanan Barang Bukti
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya tindakan penyitaan uang tunai bernilai miliaran rupiah tersebut dari saksi BR. Menurut penjelasan Budi pada Sabtu (07/11/2026), penyitaan ini merupakan bagian dari langkah taktis penyidik dalam mengurai skema aliran uang pada perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek SPBU Pertamina.
Pernyataan senada turut ditegaskan oleh Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein, yang memastikan bahwa proses pengamanan aset yang berkaitan dengan saksi BR sudah rampung dilaksanakan oleh tim di lapangan.
Jejak Pemeriksaan dan Keterkaitan Posisi Lama
Pemeriksaan terhadap Bobby Rasyidin sejatinya bukan kali pertama terjadi. Pada 14 Agustus 2025 lalu, ia sudah pernah dimintai keterangan oleh tim penyidik KPK. Kala itu, Bobby diperiksa dalam kapasitas jabatan lamanya sebagai Direktur Utama PT Len Industri (Persero) periode 2021–2025.
Pemeriksaan mendalam ini dilakukan untuk mendalami keterlibatan berbagai entitas usaha serta alur transaksi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar milik BUMN tersebut.
Tiga Sosok Sudah Resmi Berstatus Tersangka
Sebagai catatan, KPK telah menaikkan status penanganan perkara korupsi proyek digitalisasi SPBU Pertamina ini ke tahap penyidikan sejak September 2024. Maraton pemeriksaan terhadap deretan saksi kunci kemudian gencar dilakukan sejak 20 Januari 2025.
Hingga saat ini, lembaga antirasuah tersebut dilaporkan telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka utama. Kendati demikian, pihak KPK masih menyimpan rapat dan belum mengumumkan identitas ketiga tersangka tersebut secara resmi ke publik. (RaM)
Gen Z Takeaway
Skandal korupsi proyek digitalisasi SPBU Pertamina ini beneran makin wild dan plot twist banget ya, Vips! Bayangin aja, uang cash 2 miliar rupiah sampai disita KPK dari bos BUMN demi melacak aliran dana haram yang berputar di proyek ini. Semoga KPK bisa terus stay on track, makin transparan, dan buru-buru spill siapa tiga tersangka utama di balik kasus ini biar semuanya makin jelas dan enggak nimbulin spekulasi liar.









