PSM Pede Tantang Borneo FC
astakom.com, Jakarta - PSM Makassar datang dengan kepercayaan diri tinggi saat melakoni laga tandang kontra Borneo FC Samarinda dalam lanjutan pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu (7/11/2026). Tim berjuluk Juku Eja tersebut bertekad mencuri poin dari markas Pesut Etam demi membuktikan ketangguhan mental mereka saat bertanding di bawah tekanan atmosfer suporter tuan rumah.
Optimisme armada Makassar mengapung didorong oleh stabilitas performa yang mereka perlihatkan sepanjang empat hingga lima pertandingan terakhir. Kendati sempat terpeleset akibat kekalahan tipis saat menjamu Madura United pada laga sebelumnya, PSM menilai level permainan mereka sudah berada di jalur yang tepat dan membutuhkan poin pengganti di Samarinda agar posisi tim terdongkrak di papan klasemen sementara.
Jaga konsistensi level permainan
Pelatih kepala PSM Makassar, Darije Kalezic, menegaskan bahwa kunci utama untuk membawa pulang hasil positif dari Samarinda bertumpu pada kemampuan anak asuhnya menjaga konsistensi ritme bertanding. Kalezic menilai skuadnya telah menunjukkan standar permainan yang sangat kompetitif, terutama dalam aspek kedisiplinan organisasi bertahan serta kegigihan memutus aliran bola lawan di lini tengah.
"Saya percaya jika kita mampu menunjukkan performa dan level permainan yang sama seperti empat hingga lima pertandingan terakhir, kita bisa kembali ke Makassar dengan raihan poin," ujar Darije Kalezic, dikutip dari laman ILeague.
Guna meredam dominasi Borneo FC yang terkenal agresif di kandang, Kalezic menginstruksikan para pemainnya untuk bermain rapat dan tidak terpancing tempo cepat tuan rumah. Skema transisi cepat dari bertahan ke menyerang dimatangkan agar para pemain sayap dapat langsung mengeksploitasi ruang kosong di garis belakang Borneo FC yang kerap naik membantu serangan. Kedisiplinan menjaga jarak antarlini juga menjadi sorotan utama agar Pesut Etam tidak leluasa melepaskan umpan terobosan berbahaya.
Tuntaskan masalah penyelesaian akhir
Selain mematangkan kedisiplinan taktik, pekerjaan rumah terbesar yang wajib diselesaikan PSM adalah efektivitas lini depan. Catatan evaluasi dari pertandingan kontra Madura United menunjukkan bahwa Juku Eja sejatinya mampu mengkreasikan banyak peluang berbahaya, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat keunggulan urung tercipta.
Pemain asing PSM Makassar, Stefan Jevtoski, menegaskan bahwa seluruh pemain bertekad tampil lebih klinis ketika berada di sepertiga akhir lapangan. Jevtoski meyakini bahwa kualitas materi pemain Juku Eja sanggup memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah, asalkan mampu mengonversi setiap peluang sekecil apa pun menjadi gol.
"Kami tahu kami memiliki tim yang kuat. Di pertandingan sebelumnya kami menciptakan banyak peluang, walau belum berhasil mencetak gol. Laga nanti, seminimal apa pun peluang yang ada, kami akan berusaha tampil efektif dan mengonversinya menjadi gol," ungkapnya.
Untuk mempertajam daya gedor, variasi skema serangan balik kilat dan eksekusi situasi bola mati (set piece) menjadi fokus penajaman tim pelatih. Para penyerang PSM dituntut bermain lebih tenang dan dingin saat menyentuh bola di dalam kotak penalti, mengingat peluang yang didapat di kandang lawan biasanya sangat terbatas dan harus dimaksimalkan demi mengunci poin kemenangan. (ACwan/RaM)
Gen Z Takeaway
Modal percaya diri emang penting banget pas mau away ke kandang lawan yang terkenal angker, tapi PSM Makassar jelas nggak boleh cuma modal vibes positif doang tanpa finishing yang klinis. Bikin banyak peluang di lapangan itu keren, tapi kalau ujung-ujungnya nggak ada yang nyangkut jadi gol, ya sama aja bohong dan malah bikin kena mental sendiri. Lawan tim solid kayak Borneo FC, Juku Eja wajib main efektif ala sniper—begitu dapet satu celah langsung eksekusi tanpa ragu, daripada buang-buang tenaga tapi pulang dengan tangan kosong!









