Menko Airlangga Respons Laju Inflasi Tembur 3,23 Persen di Oktober 2026, Tegaskan Masih Aman

Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 3 November 2026 | 14:05 WIB
Menko Airlangga Respons Laju Inflasi Tembur 3,23 Persen di Oktober 2026, Tegaskan Masih Aman
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto [Dok. Bakom RI]

astakom.com, Jakarta -Angka inflasi nasional yang menyentuh level 3,23 persen secara tahunan pada Oktober 2026 tidak lantas memicu kecemasan di tingkat pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa laju kenaikan harga tersebut masih sepenuhnya terkendali serta berada dalam kisaran target sasaran yang telah ditetapkan.

Pemerintah sendiri menetapkan parameter target inflasi di batas 2,5 persen dengan rentang toleransi sebesar plus minus 1 persen (skala 1,5 persen hingga 3,5 persen). Menariknya, Airlangga menilai pergerakan inflasi kali ini justru membawa imbas positif terhadap peningkatan taraf pendapatan para petani.

"Inflasi masih tetap berada dalam kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen. Pemerintah tidak khawatir karena kenaikan ini juga berkaitan dengan penghasilan petani. Jadi kita jaga agar inflasi tetap berada di rentang tersebut," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Bansos beras 30 Kg dan stimulus nataru Rp30 triliun siap jaga daya beli

Guna membendung beban ekonomi bagi lapisan masyarakat rentan, pemerintah telah mengoperasikan sejumlah langkah proteksi sosial. Salah satu instrumen utamanya adalah penyaluran bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram (kg) per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya selama kurun waktu tiga bulan berturut-turut.

"Adanya bantuan beras total 30 kg per keluarga tentu bisa membantu menekan dampak inflasi bagi masyarakat," ucapnya.

Selain memacu performa ekspor nasional, pemerintah juga menyiapkan paket stimulus khusus menyambut momen Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Langkah ini direalisasikan melalui program diskon belanja serta penggelontoran dana bantuan sosial (bansos) bernilai fantastis.

"Untuk menjaga daya beli dalam negeri, ada program diskon spesial Nataru serta penyaluran bantuan sosial dengan total nilai sekitar Rp30 triliun. Bantuan ini disiapkan agar daya tahan ekonomi masyarakat tetap terjaga," jelasnya.

Komoditas cabai dan bumbu dapur kuasai inflasi bulanan

Berdasarkan data rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year-on-year) Indonesia per Oktober 2026 terindeks di angka 3,23 persen, dengan inflasi bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 0,22 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 2,40 persen. Pergerakan ini mengerek Indeks Harga Konsumen (IHK) dari angka 112,31 pada September menjadi 112,56 pada Oktober 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor penggerak bulanan terbesar dengan inflasi 0,51 persen dan memberikan kontribusi andil sebesar 0,15 persen.

"Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini terutama cabai merah dengan andil sebesar 0,13 persen, disusul cabai rawit 0,05 persen, serta tomat 0,04 persen," kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (02/11/2026).

Komponen harga bergejolak dan kenaikan tarif angkutan udara

Dari struktur pembentuk harga, komponen harga bergejolak (volatile food) tampil sebagai pemicu utama inflasi bulanan setelah mencatatkan lonjakan 0,77 persen dan memberikan sumbangan andil 0,13 persen.

"Inflasi Oktober 2026 utamanya didorong oleh inflasi pada kelompok harga bergejolak," tutur Ateng.

Di sisi lain, komponen inti (core inflation) mengalami kenaikan 0,12 persen (andil 0,07%), sementara komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) naik 0,09 persen (andil 0,02%) yang salah satunya terdorong oleh penyesuaian tarif tiket angkutan udara. Secara tahunan, kelompok pangan dan tembakau melonjak 4,82 persen dengan andil 1,40 persen, disokong oleh kenaikan harga cabai rawit, komoditas ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), hingga daging sapi. (RaM)

Gen Z Takeaway

Meskipun laju inflasi Oktober 2026 nyentuh 3,23 persen gara-gara harga cabai sampai tiket pesawat makin mahal, Menko Airlangga minta kita tetap santuy karena angkanya masih on track dan bikin pendapatan petani makin naik (win-win solution!). Ditambah lagi bakal ada juyuran bansos beras 30 kg plus paket bansos Nataru senilai Rp30 triliun, jadi daya beli dompet kita dijamin tetap terjaga dan anti-worry buat belanja di akhir tahun.

Menko Airlangga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Inflasi Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Data Badan Pusat Statistik (BPS)

Infografis

Terkini