Gak Main-Main! Semeru Diguncang Banjir Lahar 6 Jam Nonstop, Warga Diminta Spill Jarak Aman

Editor: Anri Syaiful
Senin, 2 November 2026 | 12:33 WIB
Gak Main-Main! Semeru Diguncang Banjir Lahar 6 Jam Nonstop, Warga Diminta Spill Jarak Aman
Gak Main-Main! Semeru Diguncang Banjir Lahar 6 Jam Nonstop, Warga Diminta Spill Jarak Aman [Dok. Diskominfo Kabupaten Lumajang]

astakom.com, Jakarta – Wah, situasi di sekitar Gunung Semeru lagi bener-bener gak kondusif nih, bestie! Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut bikin aktivitas vulkanik dan aliran air di lereng gunung naik tingkat drastis. Buat kalian yang tinggal atau punya rencana main ke sekitar Lumajang, Jawa Timur (Jatim), wajib banget nyimak update info penting ini biar tetap safe.

Hujan ekstrem bikin Semeru "ngamuk" 6 jam penuh

Baru-baru ini, Pos Pengamatan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ngasih laporan yang bikin deg-degan. Pasalnya, getaran banjir lahar di sana keciduk alias terekam berlangsung selama enam jam penuh tanpa jeda setelah diguyur hujan intensitas tinggi pada Senin (02/11/2026).

Gak cuma bayangan atau perkiraan, data otentik langsung diungkapkan oleh petugas pos pengamatan.

"Pada periode pengamatan Senin pukul 00.00-06.00 WIB tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 65 mm dan lama gempa 21.600 detik atau enam jam," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, dikutip astakom.com.

Durasi enam jam buat ukuran gempa getaran banjir lahar ini tentu jadi alarm darurat yang gak boleh diabaikan begitu saja.

Deretan aktivitas kegempaan lainnya yang bikin ketar-ketir

Selain banjir lahar yang durasinya bikin merinding, catatan kegempaan dari pos pantau juga nunjukin aktivitas yang cukup padat selama enam jam terakhir. Tercatat ada satu kali gempa guguran yang nampang dengan amplitudo 6 mm serta durasi 115 detik. Belum cukup sampai di situ, tercatat pula 14 kali gempa letusan atau erupsi dengan kisaran amplitudo 10-25 mm dan durasi antara 31 sampai 153 detik.

Secara visual, kondisi alam juga lagi kurang bersahabat buat dipantau mata telanjang.

"Pengamatan secara visual, Gunung Semeru tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati, kemudian cuaca hujan, angin lemah ke arah barat dan barat laut, serta suhu udara sekitar 19-21 derajat Celsius," tutur Agastya ngejelasin kondisi lapangan saat itu.

Status Level III Siaga: Stop aktivitas di zona merah!

Mengingat kondisi alam yang lagi ekstrem, status Gunung Semeru saat ini masih betah nongkrong di level aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Makanya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) gak main-main buat ngerilis peringatan dan deretan rekomendasi ketat buat keselamatan bersama.

Agastya mewanti-wanti supaya masyarakat sama sekali gak nekat ngelakuin aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, khususnya dalam radius sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi puncak. Aturan zona merah ini mutlak demi keselamatan jiwa dari ancaman awan panas dan material vulkanik mematikan.

Di luar batas jarak tersebut, aturan ketat juga berlaku bagi warga sekitar.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," Agastya menjelaskan.

Selain itu, ada satu lagi larangan keras yang wajib dipatuhi tanpa pengecualian.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," imbuhnya dengan tegas.

Waspada jalur aliran sungai dan dampak nyata di lapangan

Ancaman bencana ini nyata banget dan mengincar daerah-daerah yang dilalui aliran air dari puncak gunung. Masyarakat diminta buat ekstra waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar dingin yang nyelonong lewat aliran sungai atau lembah berhulu di puncak Semeru.

Fokus kewaspadaan tertuju di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Gak ketinggalan, aliran sungai-sungai kecil yang jadi anak sungai dari Besuk Kobokan juga punya potensi bahaya lahar yang sama besarnya.

Dampak dari hantaman cuaca ekstrem ini pun ternyata udah memakan korban infrastruktur di perkampungan warga. Berdasarkan informasi valid yang berhasil dihimpun langsung di lapangan, guyuran hujan dengan intensitas tinggi selama enam jam berturut-turut di kawasan Gunung Semeru sukses bikin volume debit air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) Semeru meluber naik secara drastis. Akibatnya fatal: sebuah tanggul dilaporkan jebol di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang. (aNs)

Gen Z Takeaway

Gunung Semeru lagi not fine banget, nih, setelah dihantam hujan deras yang bikin banjir lahar terekam sampai enam jam nonstop dengan amplitudo mencapai 65 mm. Karena statusnya masih menyala di Level III (Siaga), PVMBG langsung kasih peringatan keras buat spill area bahaya: dilarang keras beraktivitas di radius 5 km dari puncak, sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km, plus daerah sempadan sungai yang rawan tersapu lahar sampai tanggul jebol di Tempursari! 

Semeru Erupsi Semeru Gunung Semeru Banjir Lahar Semeru Lahar Dingin PVMBG Lumajang

Infografis

Terkini