Siaga! Tiga Gunung Api Aktif Ini Masuk Level III, BNPB Minta Masyarakat Auto-Waspada

Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:04 WIB
Siaga! Tiga Gunung Api Aktif Ini Masuk Level III, BNPB Minta Masyarakat Auto-Waspada
Siaga! Tiga Gunung Api Aktif Ini Masuk Level III, BNPB Minta Masyarakat Auto-Waspada. [Dok. Usman]

Reporter: Usman

astakom.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melontarkan peringatan penting buat masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pasalnya, ada tiga gunung api aktif di Indonesia yang saat ini resmi menduduki status Level III atau Siaga, yakni Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jateng, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, menegaskan bahwa status ini gak boleh diabaikan mengingat potensi ancaman vulkanik yang masih mengintai warga sekitar kawasan rawan bencana.

"Ada 3 gunung saat ini yang statusnya siaga 3 atau status siaga, di mana yang pertama gunung anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, kemudian gunung Merapi di antara Jogja maupun Jawa Tengah, serta gunung Semeru di Jawa Timur, di Kota Kabupaten Lumajang maupun Malang, " ungkapnya pada Jumat (30/10).

Gunung Anak Krakatau steril, pelaut dan wisatawan dilarang mendekat

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), potensi ancaman Gunung Anak Krakatau meliputi aliran lava, lontaran batu pijar, hingga hujan abu lebat. Oleh karena itu, BNPB mewanti-wanti pelaut hingga wisatawan untuk tidak nekat mendekati area berbahaya di perairan Selat Sunda tersebut.

"Kami juga perlu menghimbau melakukan rekomendasi kepada masyarakat maupun wisatawan maupun pelaut dilarang mendekati gunung anak Krakatau sesuai dengan petunjuk resmi dari BPBD maupun PVMBG," jelasnya.

Tak main-main, zona merah yang wajib dihindari masyarakat dipatok cukup ketat demi menjaga keselamatan bersama.

"Untuk anak Krakatau 3 km tidak boleh, radius 3 km tidak boleh di gunung anak Krakatau tersebut, " ucapnya.

Waspada awan panas Merapi dan ancaman lahar hujan

Aktivitas Gunung Merapi juga masih menunjukkan ancaman nyata berupa awan panas guguran, guguran lava,serta material vulkanik. Selain bahaya erupsi langsung, warga yang berada di sekitar aliran sungai yang berhulu di Merapi diimbau ekstra waspada terhadap ancaman lahar saat cuaca buruk.

"Sedangkan gunung Merapi kami mengimbau ada waspada bahaya lahar hujan di hulu sungai di saat hujan deras serta awan panas guguran yang berpotensi dapat terjadi sewaktu-waktu, " lanjutnya.

Adapun sejumlah aliran sungai yang wajib masuk daftar pemantauan ketat antara lain Sungai Boyong, Bedog,Krasak, Bebeng, Woro, dan Gendol.

Gunung Semeru masih berbahaya, hindari jalur besuk kobokan

Sementara itu, Gunung Semeru yang berdiri sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa juga menyimpan potensi ancaman berupa awan panas guguran, aliran lava, batu pijar, hingga lahar hujan. Untuk meminimalisir risiko,BNPB memberikan batasan zona aman yang tegas bagi warga.

"Untuk gunung Semeru kami juga memberikan rekomendasi atau imbauan di mana hindari aktivitas sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km serta radius 500 dari sempadan sungai, " ujarnya. (Usm/RaM)

Gen Z Takeaway

Singkatnya, tiga gunung api hits di Indonesia Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru—lagi sama-sama naik level ke Siaga Level III, bikin BNPB langsung drop peringatan keras buat publik biar gak main-main di zona bahaya. Dari larangan melintas radius 3 km di Anak Krakatau, ancaman awan panas plus lahar hujan di sungai-sungai hulu Merapi, sampai zona steril 13 km di Besuk Kobokan Semeru, semuanya wajib banget dipatuhi biar kita tetap aman dan stay updated sama info resmi BPBD maupun PVMBG tanpa perlu panik berlebihan.

BNPB gunung anak krakatau erupsi gunung anak krakatau aktivitas gunung anak krakatau Abu vulkanik gunung anak krakatau

Infografis

Terkini