Santri Makin Canggih, Kemenag Dorong Inovasi Akademik hingga Pelatihan AI Pesantren

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:07 WIB
Santri Makin Canggih, Kemenag Dorong Inovasi Akademik hingga Pelatihan AI Pesantren
Santri Makin Canggih, Kemenag Dorong Inovasi Akademik hingga Pelatihan AI Pesantren (Kemenag)-

astakom.com, Jakarta – Gak cuma mendalami kitab kuning, pondok pesantren zaman sekarang makin menunjukkan kelasnya di panggung global. Pemerintah bergerak cepat memperkuat daya saing santri lewat kombinasi upgrade akademik, pembenahan tata kelola, sampai pembekalan teknologi masa kini seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan robotik.

Langkah strategis ini dipaparkan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, saat membuka Konferensi Internasional Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (Mu’tamad) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur. Forum yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 ini menghimpun ulama, akademisi, dan mahasantri internasional sebagai ikhtiar mencetak regenerasi ulama berwawasan global.

Inovasi Akademik PTKIN

Di sektor akademik, Kementerian Agama menyiapkan sederet inovasi baru. Salah satunya adalah rencana pembukaan Program Studi (Prodi) Manajemen Pesantren di berbagai UIN dan IAIN.

Gak cuma itu, Kemenag mendorong pembentukan Pusat Studi Kepesantrenan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yang saat ini sudah diresmikan di lima kampus, termasuk UIN Syekh Nurjati.

“Pusat studi ini antara lain berfungsi menjembatani kerja sama antara perguruan tinggi, kepala daerah, dan DPRD dalam merumuskan Naskah Akademik Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren,” tuturnya di Lirboyo, dikutip oleh astakom pada Jumat (3010/2026).

Pemerintah juga mematok target riset yang makin slay untuk jenjang perguruan tinggi pesantren.

“Di ranah akademis Ma'had Aly, pemerintah mendorong 30.000 mahasantri yang tersebar di 95 Ma'had Aly se-Indonesia untuk aktif menghasilkan riset yang mampu menembus jurnal ilmiah bereputasi nasional (Sinta 1 dan 2) hingga internasional (Scopus),” lanjutnya.

Pelatihan AI & Robotik

Inovasi tidak berhenti di ruang kuliah. Ditjen Pesantren mengolaborasikan karakter unggul santri seperti kejujuran, kedisiplinan, dan pantang menyerah dengan keahlian teknologi digital. Melalui Direktorat Pemberdayaan Pesantren, pelatihan AI telah diberikan kepada 5.000 santri bekerja sama dengan Microsoft, disusul bantuan teknologi robotik untuk 250 pesantren di seluruh Indonesia.

"Kita berharap pesantren terus menjadi lembaga pendidikan terdepan yang menggelorakan cinta tanah air dan menjaga ketawaduan, namun tetap update dengan ilmu pengetahuan terkini dan mampu mewarnai pemikiran akademisi dunia," jelas Basnang.

Kehadiran Ditjen Pesantren memperluas ruang gerak dan dukungan modal negara dalam menata perekonomian berbasis pesantren di tingkat lokal.

"Sebagaimana pernah disampaikan oleh almaghfurlah K.H. Hasyim Muzadi, ketika negara memperbaiki tata kelola dan menyejahterakan pesantren, sejatinya negara sedang menguatkan perekonomian bangsa karena akar rumput pesantren umumnya berada di pelosok pedesaan," ungkap Basnang Said.

Karakter Modern Santri

Basnang turut menepis anggapan kalau pesantren adalah lembaga tradisional yang ketinggalan zaman. Pemahaman mendalam pada ilmu tata bahasa dan logika tingkat tinggi seperti mantiq, arudl, balaghah, ma'ani, dan badi' justru melatih cara berpikir santri tetap terstruktur dan relevan dengan zaman.

"Pesantren tidak bisa dihadap-hadapkan dengan standar modernitas yang hanya dinilai dari tampilan luar. Pranata hukum yang dilahirkan oleh Ma'had Aly sangat luar biasa karena kajiannya berbasis ilmu logika atau mantiq yang kuat. Inilah yang membuat cara pandang santri sesungguhnya sangat modern," ucapnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Hari Santri 2026, gelaran Mu'tamad 2026 di Ma'had Aly Lirboyo dihadiri ratusan panelis dari 10 negara secara hybrid.

Sederet tokoh penting turut hadir dalam pembukaan acara ini, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Buya K.H. Anwar Manshur; Mudir 'Am Ma'had Aly Lirboyo K.H. Atho'illah Sholahul Anwar; Ketua MUI, Pengasuh Ponpes Ar-Risalah Nyai Aina Ainaul Mardhiyah, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Sahiron, serta jajaran pejabat Ditjen Pesantren dan Kanwil Kemenag Jawa Timur. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Santri zaman now udah makin slay dan gak cuma ahli kitab kuning, tapi juga siap menguasai AI sampai teknologi robotik! Lewat dorongan Kemenag dan kolaborasi bareng raksasa tech, pesantren membuktikan kalau bekal ilmu logika klasik plus kecerdasan buatan bikin mereka makin siap mewarnai panggung akademis global tanpa kehilangan karakter tawaduknya.

Santri Artificial Intelligent (AI) Kemenag kemenag update

Infografis

Terkini