Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumbar Disiapkan Bertahap, Tahap Awal Menyasar Kayu Tanam-Padang Panjang

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:08 WIB
Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumbar Disiapkan Bertahap, Tahap Awal Menyasar Kayu Tanam-Padang Panjang
Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumbar Disiapkan Bertahap, Tahap Awal Menyasar Kayu Tanam–Padang Panjang (Dok. Pemerintahan Kab Padang Pariaman)

astakom.com, Jakarta – Pengembangan transportasi kereta api menjadi salah satu upaya untuk memperkuat konektivitas antardaerah, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar). Selain menyediakan alternatif perjalanan bagi masyarakat, jaringan kereta api juga berpotensi mendukung mobilitas barang dan aktivitas ekonomi apabila infrastruktur serta operasionalnya siap.

Melansir dari keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang dikutip pada Rabu, (28/10/2026), rencana mengaktifkan kembali jalur kereta api di Sumatera Barat (Sumbar) mulai memasuki tahap pencanangan. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka akses transportasi yang lebih luas bagi masyarakat di Ranah Minang.

Pencanangan tersebut berlangsung di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada Selasa, (27/10/2026). Pengembangan jaringan kereta api ini direncanakan berjalan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kondisi geografis, dan keselamatan perjalanan.

Kayu Tanam–Padang Panjang jadi tahap awal

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa pengaktifan kembali jalur kereta api di Sumbar akan dimulai dari lintas Kayu Tanam–Padang Panjang, sebelum dilanjutkan menuju Solok dan Sawahlunto.

Untuk tahap pertama, jalur Kayu Tanam–Padang Panjang sepanjang 15,3 kilometer direncanakan mulai direaktivasi pada 2027. Jalur tersebut akan menggunakan rel bergerigi yang disesuaikan dengan kondisi wilayah Sumbar yang memiliki kontur berbukit.

Rencana ini menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan kembali infrastruktur perkeretaapian yang sudah ada. Meski begitu, pelaksanaannya tetap bergantung pada penyelesaian kajian teknis dan kesiapan jalur.

Ribuan Bangunan jadi tantangan reaktivasi

Di balik rencana pengaktifan kembali jalur tersebut, ada pekerjaan rumah yang perlu ditangani, terutama terkait bangunan di sekitar lintasan kereta api. Berdasarkan identifikasi PT KAI, terdapat sekitar 6.800 bangunan yang berpotensi mengganggu ruang bebas jalur kereta api.

Bobby meminta dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar untuk membantu menyosialisasikan penataan kawasan kepada masyarakat.

“Kami mohon bantuan Forkopimda untuk sama-sama melakukan sosialisasi agar tidak ada bangunan-bangunan di sekitar rel kereta api,” ucap Bobby.

Selain penataan kawasan, kondisi geografis yang berbukit dan potensi bencana alam juga menjadi pertimbangan dalam persiapan proyek. Karena itu, koordinasi antara PT KAI, pemerintah daerah, dan masyarakat diperlukan agar rencana tersebut dapat berjalan dengan memperhatikan keselamatan serta ketentuan yang berlaku.

Diharapkan buka peluang ekonomi daerah

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menilai rencana reaktivasi ini berpotensi memperkuat peran daerah dalam jaringan transportasi regional. Konektivitas yang lebih baik diharapkan mendukung mobilitas masyarakat, perdagangan, dan pengembangan pariwisata.

Pengembangan jalur kereta api juga direncanakan berlanjut ke sejumlah wilayah lain di Sumbar. Namun, perluasan jaringan tersebut tetap mengikuti tahapan perencanaan dan kesiapan infrastruktur masing-masing lintasan.

Dengan demikian, reaktivasi jalur kereta api Sumbar bukan hanya berkaitan dengan menghidupkan kembali rel yang lama tidak beroperasi, tetapi juga menyiapkan sistem transportasi yang dapat mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Reaktivasi jalur kereta api di Sumbar mulai disiapkan secara bertahap, dengan Kayu Tanam–Padang Panjang sebagai tahap awal yang direncanakan pada 2027. Proyek ini berpotensi memperluas pilihan transportasi dan mendukung ekonomi lokal, tetapi realisasinya masih membutuhkan kajian teknis, penataan bangunan di sekitar rel, serta koordinasi berbagai pihak agar jalur bisa kembali beroperasi dengan aman.

Reaktivasi jalur kereta Reaktivasi Jalur kereta Api Jalur Kereta Api Sumbar Sumatera Barat Sumbar

Infografis

Terkini