Kemenpora Beri Penghargaan Wirasena 2026, Menko PMK: Pemuda Kunci Indonesia Maju
astakom.com, Jakarta — Gelaran puncak Indonesian Youth Summit (IYS) 2026 di Gedung Teater, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026) malam, menjadi panggung konsolidasi kepemudaan nasional dalam menyongsong momentum satu abad Sumpah Pemuda. Forum akbar ini tidak hanya menggemakan seruan strategis pemerintah mengenai pentingnya karakter patriotik generasi penerus, tetapi juga menjadi ajang legitimasi atas kinerja pemerintah daerah melalui penyerahan Penghargaan Wirasena 2026 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, memimpin langsung agenda yang mempertemukan ribuan pemuda-pemudi terpilih dari berbagai penjuru tanah air tersebut.
Tiga kategori karakter dan spirit 'make things happen'
Dalam orasi kebangsaannya, Menko PMK Sugiono membedah tipologi manusia ke dalam tiga kategori mendasar: those who make things happen (golongan pencipta perubahan yang mengerahkan daya pikir, fisik, dan energi demi membangun bangsa serta peradaban), those who see things happen (golongan penonton yang pasif melihat perubahan), serta those who ask what happened (golongan yang bahkan tidak menyadari transformasi di sekitarnya).
Merespons dialog interaktif dengan para peserta IYS 2026 yang serentak menegaskan tekad untuk berdiri di barisan pertama sebagai agen penggerak, Menko PMK melayangkan apresiasi tingginya.
"Artinya ada harapan, ada optimisme bahwa ke depan negara ini akan menjadi negara besar dan negara maju, karena anak-anak mudanya adalah orang-orang yang ‘make things happen’," ujar Sugiono di hadapan para peserta yang hadir.
Sugiono menarik benang merah sejarah peristiwa 98 tahun silam, saat pemuda Nusantara dari beragam suku dan bahasa berani mendeklarasikan ikrar Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Bahasa Persatuan jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan berkumandang. Ia mengibaratkan Indonesia seperti taman bunga yang memancarkan pesona berkat heterogenitas jenis dan corak warnanya.
Di tengah pusaran disrupsi teknologi dan rivalitas geopolitik global, Sugiono mengingatkan bahwa ketahanan suatu negara bertumpu mutlak pada rasa kepemilikan generasi mudanya terhadap tanah air.
"Tidak ada negara besar yang eksis dan survive jika pemuda-pemudinya tidak memiliki rasa patriotisme yang tinggi dan tidak mencintai bangsanya," tegas Sugiono.
Dalam kesempatan itu, Sugiono turut menunjuk sosok Wamenpora Taufik Hidayat sebagai personifikasi nyata pemuda yang mampu mengibarkan martabat bangsa di kancah internasional melalui etos kerja keras dan loyalitas tanpa batas.
Anugerah Wirasena 2026: dominasi mutlak provinsi Bali dalam IPP
Sebagai bentuk tolok ukur berbasis data terhadap pembangunan generasi muda di tingkat daerah, Kemenpora RI menganugerahkan Penghargaan Wirasena 2026 kepada pemerintah provinsi yang menunjukkan capaian serta progresivitas Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tahun 2025. Evaluasi IPP mencakup lima domain utama, yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta kesetaraan gender dan nondiskriminasi.
Provinsi Bali tampil gemilang dengan memborong predikat juara pertama pada dua kategori sekaligus. Pada kategori Capaian IPP Tertinggi 2025, Bali mengunci posisi puncak dengan skor 84,60, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta di peringkat kedua (77,25), dan DKI Jakarta di peringkat ketiga (75,37).
Keberhasilan Bali kian mutlak usai menyabet peringkat pertama kategori Peningkatan IPP Terbesar 2024-2025 dengan lonjakan impresif +8,85 poin, mengungguli DKI Jakarta (+7,42) dan Maluku (+6,77).
Secara simbolis, Menko PMK Sugiono menyerahkan trofi penghargaan kepada perwakilan Provinsi Bali sebagai kampiun utama. Menpora Erick Thohir menyerahkan trofi bagi peraih peringkat kedua, disusul Wamenpora Taufik Hidayat yang menyerahkan apresiasi kepada delegasi peraih peringkat ketiga.
Kolaborasi lintas wilayah menuju generasi emas
Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa tolok ukur Indeks Pembangunan Pemuda dan apresiasi Wirasena ini sangat esensial untuk memicu iklim kompetisi positif antardaerah. Menurutnya, percepatan indeks kualitas pemuda tidak mungkin diselesaikan secara tersentralisasi, melainkan menuntut gotong royong terstruktur antara pemerintah pusat dan daerah.
"Melalui Penghargaan Wirasena ini kami memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Karena tidak mungkin kita membuat program sendiri-sendiri," terang Menpora.
Menutup rangkaian agenda di TIM, Menko PMK Sugiono berpesan kepada pemuda Indonesia agar memperkuat literasi melalui budaya membaca dan menyimak secara mendalam, serta tidak memandang remeh kedaulatan yang hari ini dinikmati bangsa.
"Seringkali kita menganggap kemerdekaan sebagai sesuatu yang biasa saja, padahal di balik itu ada perjuangan luar biasa dari para generasi pembebas. Harapan bangsa ini ada di pundak kalian semua," pungkasnya. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Bukan cuma disuruh jadi penonton perubahan, pemuda ditantang langsung jadi kreator peradaban! Di panggung IYS 2026 Taman Ismail Marzuki, Menko PMK Sugiono wanti-wanti keras agar anak muda Indonesia wajib masuk kategori elite: those who make things happen dan punya patriotisme tinggi kayak legenda bulu tangkis Taufik Hidayat. Di sisi lain, apresiasi Wirasena 2026 jadi bukti konkret pemerintah daerah mulai serius benahi fasilitas pemuda—terbukti Bali sukses flexing borong dua gelar IPP tertinggi sekaligus berkat ekosistem pendidikan dan kepemimpinan yang matang!









