Makassar Jadi Hub Digital: Saatnya Gen Z Indonesia Timur Bikin AI Jadi Asisten Pribadi

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 30 Oktober 2026 | 15:08 WIB
Makassar Jadi Hub Digital: Saatnya Gen Z Indonesia Timur Bikin AI Jadi Asisten Pribadi
Anak Muda Indonesia Timur Didorong Kuasai AI, Komdigi Perkuat Talenta Digital (Dok. Komdigi)

astakomcom, Jakarta – Kemampuan menggunakan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) kini menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Bukan sekadar mengikuti tren, penguasaan AI juga bisa membuka peluang untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, hingga menciptakan inovasi baru.

Namun, kesempatan untuk mengakses dan menguasai teknologi digital belum sepenuhnya merata. Kesenjangan keterampilan masih menjadi tantangan, termasuk di kawasan Indonesia Timur. Kondisi ini menjadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mendorong lebih banyak anak muda di wilayah tersebut mendapatkan pelatihan dan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi terbaru.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai penguasaan AI perlu menjadi perhatian generasi muda agar mereka mampu mengambil peluang di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat. Hal tersebut disampaikannya saat berdiskusi bersama para pegawai di Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis, (29/10/2026).

Makassar jadi pusat pengembangan talenta digital Indonesia Timur

Nezar menilai Makassar memiliki posisi strategis sebagai hub atau pusat aktivitas di kawasan Indonesia Timur. Posisi ini perlu dimanfaatkan untuk memperluas pengembangan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan digital dan mampu mengikuti kebutuhan zaman.

Karena itu, Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia (BBLSDM) Komdigi Makassar didorong memperkuat program pelatihan. Sasarannya bukan hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga membekali anak muda dengan kemampuan yang relevan untuk memasuki dunia kerja, mendukung pelayanan pemerintahan, hingga mengembangkan sektor usaha.

Nezar mengingatkan agar generasi muda tidak justru merasa terancam dengan kehadiran AI. Sebaliknya, teknologi tersebut perlu dipelajari dan dimanfaatkan sebagai pendamping untuk membantu menyelesaikan pekerjaan maupun proyek yang sedang dikembangkan.

“Buat kaum muda, kita jangan takut dengan teknologi ini. Kita kuasai, kita jadikan AI sebagai pendamping, sebagai alat, sebagai mitra untuk mengerjakan tugas-tugas ataupun proyek-proyek yang sedang kita tekuni. Dengan bantuan AI, hasilnya akan lebih optimal,” papar Nezar.

Ia juga menekankan bahwa perluasan pelatihan menjadi salah satu cara untuk memperkecil kesenjangan kemampuan digital antardaerah. Dengan semakin banyak anak muda yang menguasai keterampilan teknologi, peluang untuk terlibat dalam perkembangan ekonomi digital di Indonesia Timur juga semakin terbuka.

“Kita perlu menutup gap talenta digital yang ada dengan melatih lebih banyak anak muda di Indonesia Timur dengan keterampilan digital, teknologi baru, dan mengajak mereka untuk mengadopsi teknologi ini di sektor-sektor tempat mereka bergerak,” ujar Nezar.

Penguasaan teknologi juga dibutuhkan pelaku UMKM

Penguatan talenta digital tidak hanya menyasar anak muda yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian dari ekosistem yang perlu didorong agar semakin siap memanfaatkan teknologi.

Penggunaan teknologi digital dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan kegiatan usaha dan meningkatkan produktivitas. Mulai dari mendukung pekerjaan sehari-hari hingga membantu proses pengembangan bisnis, pemanfaatan teknologi membuka ruang bagi usaha lokal untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar.

Karena itu, program pelatihan yang dijalankan Komdigi diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Hasilnya juga perlu terasa dalam aktivitas ekonomi dan perkembangan ekosistem digital di kawasan Indonesia Timur.

“Kita juga membantu banyak UMKM yang mencoba mengadopsi teknologi digital. Intinya, bagaimana balai pelatihan yang sudah cukup berpengalaman ini bisa semakin kuat dan semakin berdampak bagi ekosistem digital yang ada di Indonesia Timur,” ucap Nezar.

Dengan pendekatan tersebut, keterampilan digital diharapkan tidak hanya menjadi modal bagi individu, tetapi juga bisa memberikan dampak lebih luas bagi lingkungan usaha dan masyarakat di daerah.

Anak muda perlu mengikuti perkembangan AI yang semakin canggih

Tantangan berikutnya adalah perkembangan AI yang terus bergerak. Teknologi ini tidak berhenti pada AI generatif yang dapat membantu menghasilkan teks, gambar, maupun konten lainnya. Kini, muncul pula perkembangan AI agent dan agentic AI yang memiliki kemampuan menjalankan berbagai tugas secara lebih mandiri.

Perubahan tersebut membuat anak muda perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Sebab, teknologi yang digunakan saat ini bisa saja berkembang menjadi sistem dengan kemampuan berbeda dalam waktu relatif singkat.

Nezar mengingatkan bahwa generasi muda perlu memahami perubahan tersebut agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menentukan cara pemanfaatan AI sesuai kebutuhan.

“Gelombang teknologi baru artificial intelligence atau kecerdasan artifisial ini memang luar biasa, sangat dinamis, dan hampir setiap hari kita mendengar berita tentang AI dan inovasi baru. Perkembangannya betul-betul mengejutkan banyak orang. Teknologi ini tidak pernah berhenti pada satu bentuk. Begitu satu teknologi diadopsi, muncul inovasi-inovasi yang lain,” jelas Naezar.

Meski menawarkan banyak kemudahan, penggunaan AI tetap membutuhkan kendali manusia. Teknologi ini seharusnya membantu pekerjaan, bukan mengambil alih sepenuhnya peran manusia dalam berpikir, menentukan keputusan, dan bertanggung jawab atas hasil yang dihasilkan.

“Jangan jadikan AI itu sebagai tuan kita, jadikan dia sebagai pekerja kita. Kita tetap ada di pusatnya, jadi human in the center atau human in the loop itu yang paling penting. Untuk itu, kuasai teknologinya,” ujarnya.

Penguatan keterampilan digital dan pemahaman terhadap AI menjadi bekal penting agar generasi muda Indonesia Timur bisa ikut mengambil bagian dalam perkembangan teknologi. Pemerataan pelatihan juga diharapkan membuka kesempatan yang lebih luas bagi talenta daerah untuk berkembang dan berkontribusi dalam ekosistem digital nasional. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Menguasai AI bukan berarti harus menjadi ahli teknologi atau jago coding sejak awal. Hal terpenting adalah mau belajar, memahami cara kerjanya, dan tahu bagaimana memanfaatkannya untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Bagi anak muda Indonesia Timur, keterampilan ini bisa menjadi modal untuk memperluas peluang kerja, mengembangkan usaha, dan menciptakan inovasi tanpa harus tertinggal dari perkembangan teknologi.

Techno komdigi Teknologi AI Pemanfaatan AI Artificial Intelligence (AI)

Infografis

Terkini