Iran Tawarkan Rencana 7 Hari ke AS, Selat Hormuz Jadi Taruhannya

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 30 Oktober 2026 | 03:05 WIB
Iran Tawarkan Rencana 7 Hari ke AS, Selat Hormuz Jadi Taruhannya
Iran Tawarkan Rencana 7 Hari ke AS, Selat Hormuz Jadi Taruhannya (Ilustrasi bendera AS dan Iran Selat Hormuz Gemini)

astakom.com, Jakarta – Langkah diplomasi masih terus diupayakan di tengah tensi panas antara Iran dan AS. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan kalau pihaknya masih rajin berkomunikasi dengan para mediator untuk membedah proposal implementasi rencana tujuh hari bersama Washington.

Diplomasi Tetap Jalan

“Meskipun Angkatan Bersenjata kita yang gagah berani sepenuhnya siap untuk membela Tanah Air, Iran terus memberi kesempatan pada diplomasi untuk berhasil,” ucapnya dilansir dari Anadolu Ajansi pada Kamis, (29/10/2026).

“Kami tetap menjalin kontak erat dan berkelanjutan dengan para perantara untuk meninjau ide-ide yang dapat memastikan implementasi Rencana 7 Hari kami bahkan dalam waktu kurang dari seminggu.” sambungnya.

Draft proposal yang sempat diserahkan ke pihak AS lewat mediator Qatar sejak September lalu itu menyoroti opsi pembukaan kembali Selat Hormuz serta kelanjutan dialog ikatan dua negara. Syarat utamanya ialah Washington wajib mengeksekusi komitmen yang disepakati sepanjang lima hari pertama.

Isi Rencana 7 Hari

Poin-poin tersebut mencakup penghentian aksi militer, pencabutan blokade laut di pelabuhan Iran, kelonggaran kran ekspor minyak, hingga pencairan aset Teheran yang selama ini dibekukan. Jika seluruh skema berjalan lancar, Iran bakal merilis izin pelayaran komersial di Selat Hormuz pada hari keenam, lalu melangkah ke perundingan komprehensif pada hari ketujuh.

Gencatan Senjata Rentan

Meski drafnya masih dalam tahap pembahasan intensif, Araghchi sempat membocorkan pada 8 Oktober lalu bahwa pihaknya sedang membedah respons balasan dari Washington melalui perantara diplomatik.

Langkah ini menjadi ikhtiar penting demi menjaga kesepakatan gencatan senjata yang rentan goyah setelah rentetan gesekan militer selama beberapa bulan terakhir.

Jejak Memorandum Islamabad

Sebelumnya, kedua pihak sempat menandatangani Memorandum Islamabad pada 18 Juni lewat mediasi Pakistan dan Oman.

Kesepakatan itu mencakup poin keamanan jalur laut, pencabutan sanksi ekonomi, hingga pelonggaran perimeter militer AS. Hingga saat ini, Oman, Pakistan, dan Qatar masih pasang badan menjadi jembatan komunikasi demi meredam perselisihan kedua negara. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Intinya, Iran sama AS lagi main negosiasi level tinggi: Iran siap perang tapi milih kasih diplomasi kesempatan dulu. Rencananya simpel, tujuh hari, dan tiap pihak punya "tugas" yang harus dieksekusi dulu sebelum lanjut ke tahap berikutnya. Kenapa ini penting buat kita? Selat Hormuz adalah jalur minyak dunia, jadi kalau dibuka lagi, harga energi dan ekonomi global bisa ikut adem. Tapi gencatan senjatanya masih rapuh, jadi tetap pantau perkembangannya.

selat hormuz Iran AS Amerika Serikat iran

Infografis

Terkini