Selat Hormuz Masih Ditutup Iran, Jerman Tuding Kebijakan Trump Jadi Penyebab
Jerman tuding kebijakan Donald Trump picu Iran tutup Selat Hormuz. Blokade total jalur minyak dunia ini bikin Eropa pusing karena krisis pasokan energi.
Jerman tuding kebijakan Donald Trump picu Iran tutup Selat Hormuz. Blokade total jalur minyak dunia ini bikin Eropa pusing karena krisis pasokan energi.
Ketegangan AS-Iran memuncak, Selat Hormuz ditutup total dan kapal yang nekat melintas bakal digempur setelah rangkaian ledakan mengguncang wilayah selatan Iran.
Iran siagakan pelabuhan nasional untuk suplai logistik dan medis kapal di Selat Hormuz guna jaga stabilitas maritim di tengah tekanan blokade laut AS.
Amerika Serikat resmi meluncurkan Project Freedom, sebuah operasi militer ambisius yang digagas Presiden Donald Trump untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Trump instruksikan perpanjangan blokade pelabuhan Iran demi tekan Selat Hormuz. Diplomasi buntu, AS pilih tekanan ekonomi dibanding opsi perang yang berisiko.
Situasi ini lantas memicu respon pemimpin dunia dan negara kawasan Asia termasuk Indonesia hingga pakar maritim mengeluarkan pernyataan atas Selat Malaka
Inggris menekankan kalau mereka gak akan ikut serta dalam blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu lalu (12/4/2026) menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk menerapkan blokade di Selat Hormuz.
Iran menyampaikan jalur alternatif bagi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz, Kamis (9/4/2026).
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada hari Rabu, (8/4/2026) mengungkapkan kalau Iran bakal membuka rute pelayaran di Selat Hormuz selama dua minggu.