Mengenal Monumen Pahlawan Proklamator Soekarno-Hatta, Simbol Kemerdekaan di Jakarta
astakom.com, Jakarta – Monumen Pahlawan Proklamator Soekarno-Hatta di kawasan Taman Proklamasi, Jakarta Pusat, bukan sekadar patung untuk mempercantik ruang publik. Karya yang menampilkan Soekarno dan Mohammad Hatta ini menyimpan jejak sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, mulai dari representasi kedua tokoh hingga detail angka yang merujuk pada 17 Agustus 1945.
Monumen yang diresmikan Presiden Soeharto pada 16 Agustus 1980 ini dibangun untuk mengenang tokoh dan peristiwa penting yang mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan. Menariknya, bukan hanya figur kedua proklamator yang menjadi bagian utama karya ini, tetapi juga representasi naskah Proklamasi dan elemen latar belakang yang memiliki makna historis.
Lantas, apa saja fakta menarik di balik Monumen Pahlawan Proklamator Soekarno-Hatta yang berada di kawasan bersejarah Jakarta ini?
Fakta sejarah Monumen Soekarno-Hatta
Melansir dari GNI Kemenbud dikutip pada Kamis, (29/10/2026), terdapat sejumlah informasi penting mengenai pembangunan dan karakteristik karya ini.
- Nama karya: Monumen Pahlawan Proklamator Soekarno-Hatta.
- Tahun pembuatan: 1980.
- Tanggal peresmian: 16 Agustus 1980.
- Peresmian oleh: Presiden Soeharto.
- Seniman: Budiono Soeratno, I. Sardono Sugiyo, Y. Sumartono, Nyoman Nuarta, dan G. Sidharta.
- Lokasi: Taman Proklamasi, Jakarta Pusat.
Monumen ini dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap Soekarno dan Mohammad Hatta beserta peristiwa Proklamasi Kemerdekaan yang menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia.
Bukan cuma figur proklamator, ada simbol angka 17 dan 45
Salah satu detail yang menarik dari monumen ini terletak pada elemen latar belakangnya. Dua figur perunggu Soekarno dan Mohammad Hatta berdiri berdampingan dengan gestur yang merujuk pada dokumentasi fotografis saat Proklamasi Kemerdekaan dibacakan.
Di bagian lain, terdapat tablet batu yang menggambarkan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, latar belakang monumen dihiasi 17 elemen monolitik berbentuk relung segitiga. Elemen tertingginya mencapai delapan meter dan bagian air terjunnya memiliki 45 tonjolan.
Angka-angka tersebut bukan sekadar detail visual. Susunan 17 elemen dan 45 tonjolan melambangkan tanggal 17 Agustus 1945, saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Berikut beberapa detail fisik monumen yang tercatat dalam dokumentasi karya:
- Tinggi patung Soekarno: 4,60 meter.
- Tinggi patung Mohammad Hatta: 4,30 meter.
- Ukuran tablet naskah Proklamasi: 196 x 290 sentimeter.
- Jumlah elemen monolitik: 17 buah.
- Tinggi elemen monolitik tertinggi: 8 meter.
- Jumlah tonjolan pada air terjun: 45 buah.
- Material: Perunggu, Omarrytile, marmer, interblock, dan onyx.
Perpaduan figur tokoh, representasi naskah Proklamasi, serta simbol angka kemerdekaan membuat monumen ini memiliki unsur sejarah yang tertuang dalam bentuk karya seni monumental.
Sejarah pembangunan dan lokasi monumen
Gagasan pembangunan monumen ini berkaitan dengan upaya mengenang tokoh serta peristiwa penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan. Dalam dokumentasi karya, disebutkan bahwa gagasan tersebut muncul setelah Presiden Soeharto meresmikan Gedung Joang '45 pada 1974 dan meresmikan makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, pada 1979.
Monumen kemudian didirikan di kawasan yang berkaitan dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Lokasinya berada di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
Berikut informasi lokasi dan pengelolaannya:
- Nama kawasan: Taman Proklamasi.
- Alamat lengkap: Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
- Pemilik: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
- Pengelola yang tercatat: Unit Pengelola Kawasan Monumen Nasional.
Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Proklamasi Kemerdekaan, kawasan Taman Proklamasi dapat menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Jakarta. Sebelum berkunjung, pastikan informasi akses dan ketentuan kunjungan melalui kanal resmi pengelola. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Monumen Soekarno-Hatta punya cerita lebih dari sekadar dua patung yang berdiri berdampingan. Mulai dari representasi naskah Proklamasi hingga simbol angka 17 dan 45, setiap elemennya berkaitan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia. Mengenal monumen ini bisa menjadi cara bagi generasi muda untuk melihat bagaimana peristiwa besar dalam sejarah bangsa diabadikan melalui karya seni di ruang publik.









