Update Terkini Bencana 24 Oktober 2026: Dari Majene Hingga Luwu Timur, Intip Penanganan Karhutla Oleh BNPB
astakom.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terkait situasi dan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tanah air per Sabtu (24/10/2026).Sepanjang periode 22 hingga 23 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, karhutla terdeteksi melanda lima area yakni Kabupaten Majene, Sukoharjo, Wonogiri, Kota Batu, dan Luwu Timur. Meskipun menghanguskan belasan hektare lahan, BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh rentetan peristiwa tersebut.
Pembakaran Lahan dan El Nino Bikin Kebakaran Merebak di Majene, Sukoharjo, dan Wonogiri
Insiden pertama terjadi di Desa Simbang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Kamis (22/10/2026) pukul 12.00 WITA. Api yang dipicu aktivitas warga membersihkan lahan dengan cara membakar meluas dan menghanguskan sekitar 5 hektare lahan sebelum berhasil dipadamkan total oleh BPBD Majene, damkar, serta warga pada Jumat (23/10/2026).
Pada hari yang sama di Jawa Tengah, kebakaran seluas 4 hektare menghanguskan kawasan Bukit Gunung Pegat, Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Peristiwa ini merusak saluran air wisata serta satu unit warung BUMDes yang lama tak terpakai. Sumber api masih dalam penyelidikan, namun tim gabungan BPBD dan warga telah memadamkan api pada Jumat (23/10/2026).
Masih di Jawa Tengah pada Kamis (22/10/2026), musim kemarau panjang akibat El Nino memicu dua titik kebakaran di Kabupaten Wonogiri, yaitu di Perhutani Petak 8D RPH Cubluk (Desa Keloran, Selogiri) dan lahan kosong warga di Dusun Godang Kulon (Desa Purwosari, Wonogiri). Total area terbakar mencapai 1,5 hektare dan telah dipadamkan sepenuhnya oleh BPBD Wonogiri bersama TNI, Polri, Perhutani, dan relawan pada Jumat (23/10/2026).
Kebakaran 10 Hektare di Luwu Timur dan Sisa Serasah di Kota Batu Berhasil Dipadamkan
Lahan seluas 1,5 hektare di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, juga terbakar pada Jumat (23/10/2026) pukul 12.00 WIB. Kebakaran dipicu sisa pembakaran serasah yang ditinggalkan warga dalam kondisi masih menyala. BPBD Kota Batu bersama Perhutani, Polri, dan relawan berhasil memadamkan api serta melakukan penyisiran guna memastikan tidak ada sisa bara.
Di saat bersamaan pada Jumat (23/10/2026), karhutla seluas 10 hektare melanda Desa Puncak Indah,Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. BPBD Luwu Timur berkoordinasi dengan Damkar, Satpol PP, PMI, PSC Dinas Kesehatan, DLH, dan masyarakat setempat hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada sore hari.
Imbauan Resmi BNPB: Tingkatkan Patroli Terpadu dan Larang Bakar Lahan
Menanggapi rentetan insiden ini, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB,Berton SP Panjaitan, Ph.D., mengimbau pemda, BPBD, dan Perhutani untuk memperketat patroli terpadu,memperkuat kesiapsiagaan personel, serta memperluas sosialisasi bahaya kekeringan.
Masyarakat juga diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kering, tidak meninggalkan bekas pembakaran serasah yang masih menyala, serta segera melapor ke BPBD atau perangkat desa jika melihat titik api. (RaM)
Gen Z Takeaway
Siaran resmi BNPB per Sabtu (24/10/2026) nge-spill kalau Karhutla sempat merebak di 5 wilayah sekaligus, mulai dari Majene, Sukoharjo, Wonogiri, Kota Batu, sampai Luwu Timur! Penyebabnya bervariasi banget, dari ulah warga yang nekat buka lahan pake cara dibakar, sisa sampah serasah yang lupa dimatikan, sampai efek El Nino yang bikin tumbuhan makin kering kerontang. Untungnya, gak ada korban jiwa dan semua titik api udah berhasil dipadamkan total oleh BPBD dan tim gabungan. BNPB pun ngingetin banget ke warga biar gak sembarangan buang puntung rokok atau ngebakar lahan biar gak bikin bencana berulang.








