2 Tahun Presiden Prabowo: Stok Beras Capai 4,56 Juta Ton, Pasokan Pangan Dijamin Aman Sampai 2027
astakom.com, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui strategi peningkatan produksi, penguatan cadangan beras, serta kebijakan yang berpihak penuh kepada para petani. Berbagai langkah strategis tersebut sukses membuahkan hasil positif, di mana stok beras nasional pada Oktober 2026 tercatat menyentuh 4,56 juta ton sebuah capaian tertinggi sepanjang sejarah.
"Kemudian sekarang 2026 stok kita pada bulan Oktober itu 4,56 juta ton tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan pernah mencapai 5,7 juta ton," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dikutip Sabtu (24/10/2026).
Stok Tembus 25 Juta Ton: Pasokan Beras Nasional Dijamin Aman 10 Bulan Ke Depan
Mentan Amran memastikan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional didukung oleh potensi produksi padi yang masih berada di lahan (standing crop) dengan estimasi 10 juta ton, persediaan di sektor hotel,rumah tangga, dan lainnya sekitar 10 juta ton, serta stok di gudang sekitar 4,5 juta ton.
"Kebutuhan per bulan itu 2,5 juta ton. Artinya apa? Kalau 25 juta ton bagi 2,5 itu 10 bulan. Sampai bulan Juli tahun depan stok kita aman," jelas Amran.
Kesejahteraan petani turut melonjak berkat kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen serta kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah. Kebijakan ini mendorong Nilai Tukar Petani (NTP) menembus angka 131, yang menjadi rekor tertinggi sejak kemerdekaan. Tak hanya itu, Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian tumbuh 5,74 persen, diiringi kenaikan nilai ekspor Rp166 triliun dan penurunan nilai impor Rp41 triliun.
Untuk menjaga keberlanjutan swasembada, pemerintah menyiapkan peta pengembangan lahan mineral seluas 2 juta hektare dengan tahap awal 500 ribu hektare digarap lewat sinergi Kementan, Kemenhan, dan TNI demi mencukupi kebutuhan pangan hingga 500 juta penduduk ke depan.
Tindak Anomali Harga Ayam-Telur dan Sikat Mafia Beras Premium Fortifikasi
Di tengah berbagai capaian manis tersebut, Kementan tetap memperkuat antisipasi perubahan iklim (El Nino dan La Nina) serta mengetatkan pengawasan distribusi komoditas akibat adanya anomali harga ayam dan telur. Fenomena ini terjadi saat harga di tingkat peternak merosot, namun harga di tingkat konsumen justru melonjak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sebagai langkah tegas, Kementan telah berkoordinasi dengan Polri untuk menindak dugaan praktik spekulasi,sekaligus mendorong penyerapan telur via program pangan nasional demi menyeimbangkan harga.
"Tetapi harga di konsumen itu naik melebihi harga eceran tertinggi. Jadi ada anomali izin Bapak Presiden,kami sudah kirim surat ke Pak Kapolri agar semua yang bermain-main ditindak," tegas Amran.
Usut Tuntas Penjualan Beras Fortifikasi Rp56.000 per Kg
Pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap temuan dugaan penyimpangan harga beras premium fortifikasi yang dijual secara tidak wajar hingga mencapai Rp56.000 per kilogram, dari yang seharusnya berada di kisaran Rp13.000 per kilogram. Pemerintah berkomitmen menindak tegas temuan tersebut demi melindungi konsumen dan menjaga tata niaga pangan nasional.
"Dan ini tidak benar Bapak Presiden. Insyaallah dalam waktu dekat kami selesaikan," pungkas Mentan Amran. (RaM)
Gen Z Takeaway
Sektor pangan Indonesia lagi di puncak prestasinya nih, stok beras nasional per Oktober 2026 tembus 4,56 juta ton alias rekor tertinggi sepanjang sejarah! Mentan Amran Sulaiman nge-spill kalau total cadangan beras nasional mencapai 25 juta ton, yang artinya kebutuhan pangan kita dijamin aman banget sampai Juli 2027. Gak cuma itu, Nilai Tukar Petani (NTP) juga pecah rekor ke angka 131 berkat harga pupuk yang diskon 20%, plus pemerintah gak segan-segan gandeng Kapolri buat sikat oknum nakal yang bikin harga telur, ayam, dan beras fortifikasi melonjak tak wajar di pasaran.









