Kreativitas Jadi Perekat: Enam Wamen Perempuan Satukan Langkah di WCCE 2026
astakom.com, Jakarta – Enam wakil menteri perempuan Indonesia kompak bicara soal pentingnya gandengan tangan lintas sektor. Tujuannya, ekosistem ekonomi kreatif Indonesia bisa lebih mudah diakses dan makin berdaya saing. Di ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, mereka menegaskan bahwa infrastruktur, pendidikan tinggi, pemberdayaan perempuan, perdagangan internasional, dan koperasi saling terhubung dalam menopang pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Sesi panel di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, ini menghadirkan Wamen Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wamen Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, dan Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan.
Hadir juga Wamen Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wamen Koperasi Ferry Farida, dan Wamen Ekonomi Kreatif Irene Umar. Mereka memaparkan langkah terpadu agar para pelaku ekraf lokal punya jaringan antarsektor yang awet dan berkelanjutan.
Kreativitas Jadi Perekat:
Menurut Irene, kreativitas adalah perekat utama semua sektor pembangunan. Kolaborasi antarkementerian jadi fondasi untuk mengubah potensi kreatif masyarakat menjadi nilai tambah ekonomi yang tinggi dan tahan lama.
“Infrastruktur menghubungkan kita, pengetahuan mempersiapkan kita, inklusi memberi ruang bagi setiap suara, koperasi memperkuat kita, dan perdagangan membawa cerita kita ke dunia. Kreativitaslah yang menyatukan semuanya,” ungkap Irene pada agenda WCCE) 2026 di hotel Kempinski Grand Indonesia Jumat, (23/10/2026).
Jakarta Vision untuk Dunia
Irene juga menjelaskan bahwa Jakarta Vision dirumuskan dalam WCCE 2026 sebagai pijakan strategis untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global.
“Jakarta Vision bukan hanya untuk Jakarta atau Indonesia, tetapi untuk masyarakat global. Melalui WCCE, kita ingin mengubah suara para perajin, penenun, dan kreator digital menjadi komitmen bersama bagi pembangunan berkelanjutan,” sambung Irene.
Perempuan Harus Memimpin
Dari sisi kesetaraan dan pemberdayaan, Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menekankan perlunya ruang kepemimpinan yang lebih luas bagi perempuan di industri kreatif. Menurutnya, peluang budaya dan keterampilan perempuan di daerah perlu dipercepat lewat akses teknologi yang lebih mudah, dukungan pembiayaan, dan terbukanya rantai pasok pasar.
“Kita harus memastikan perempuan memiliki akses terhadap keterampilan, teknologi, pembiayaan, dan pasar, bukan hanya untuk berpartisipasi, tetapi juga untuk memimpin, berkarya, dan memperoleh manfaat. Inklusi bukan sekadar mengundang perempuan ke dalam ruangan, melainkan memberikan mereka kekuatan untuk membentuk masa depan,” ungkap Veronica Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kampus Jaga Warisan Tenun
Di pilar ilmu pengetahuan, Wamen Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menghighlight posisi perguruan tinggi dalam melindungi karya kreatif tetap lestari sekaligus memperlebar jangkauan komersialisasinya.
Ia mencontohkan riset dan pendampingan seni tenun di Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, ini bukti nyata bagaimana pengetahuan tradisional dilestarikan dan warisan budaya diubah menjadi peluang ekonomi yang inklusif.
Dengan tema Inclusively Creative: Collective Continuity, WCCE 2026 yang digelar 21–23 Oktober 2026 jadi ruang kumpul bagi banyak pihak untuk ngobrolin arah ekonomi kreatif ke depan.
Dari paparan keenam wamen, kelihatan jelas bahwa sektor ini nggak bisa jalan sendiri-sendiri. Ia butuh kebijakan yang selaras, SDM yang terus diasah, komunitas yang diberdayakan, dan pasar yang makin luas, supaya potensi kreatif Indonesia bisa terus tumbuh dan bertahan lama. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Buat kamu yang punya skill kreatif, entah desain, konten, musik, atau kriya, kamu nggak harus berjuang sendirian. Pemerintah lagi serius membangun ekosistem yang menghubungkan infrastruktur, kampus, pembiayaan, sampai pasar global, dan perempuan didorong tidak cuma ikut serta tapi juga memimpin. Jadi mulai sekarang, asah skill, bangun jaringan, dan manfaatkan akses teknologi serta dukungan yang makin terbuka, karena karya kreatifmu bisa naik kelas jadi peluang ekonomi yang nyata.









