Fredy Setiawan Sabet Perak, Selanjutnya Incar Paralimpiade 2028

Editor: A. Cuwantoro
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:16 WIB
Fredy Setiawan Sabet Perak, Selanjutnya Incar Paralimpiade 2028
Fredy Setiawan harus mengakui keunggulan Naveen Sivakumar, lewat pertarungan dua gim langsung 9-21 dan 17-21, menempatkannya meraih medali perak. [Kemenpora]

astakom.com, Jakarta — Atlet para bulu tangkis andalan Indonesia, Fredy Setiawan, sukses mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra klasifikasi SL4 pada ajang Asian Para Games 2026. 

Bertanding pada partai final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jumat (23/10/2026), atlet asal Solo tersebut harus mengakui keunggulan tunggal putra India peringkat dua dunia, Naveen Sivakumar, lewat pertarungan dua gim langsung 9-21 dan 17-21.

Kendati gagal membawa pulang medali emas, capaian ini mencatatkan grafik peningkatan bagi Fredy di pesta olahraga disabilitas Asia. Pada edisi sebelumnya di Hangzhou empat tahun lalu, ia meraih medali perunggu di nomor yang sama. 

Keberhasilan menembus partai puncak di Nagoya sekaligus mempertegas rekor konsistensinya yang tak pernah absen naik ke atas podium dalam empat edisi Asian Para Games secara beruntun.

“Puji Tuhan sih bisa main di final ini, karena memang lawannya juga kencang-kencang semua,” ujar Fredy melalui rilis yang diterima redaksi astakom.com.

Datang tanpa beban target dan evaluasi partai final

Fredy menuturkan bahwa dirinya bertolak ke Jepang tanpa memasang target muluk-muluk, menyusul posisinya di peringkat enam dunia yang membuatnya relatif lebih jarang menjajal kekuatan pemain-pemain elite global.

“Sebenarnya masih belum ada target, karena dari segi peringkat dunia saya peringkat enam, karena jarang ikut turnamen juga. Jadi kan jarang ketemu sama pemain-pemain yang sering berangkat,” ungkap dia.

Meski demikian, Fredy mengaku kondisi kebugarannya sangat prima selama berada di Nagoya.

“Iya, puji Tuhan, benar-benar oke,” katanya sembari menilai fasilitas arena, cuaca, dan konsumsi atlet berjalan tanpa kendala.

Pada partai puncak kontra Naveen Sivakumar, Fredy sempat bangkit dan memimpin perolehan angka di awal gim kedua usai tertinggal di gim pertama. Namun, Sivakumar mampu membaca celah dan membalikkan momentum.

“Karena mungkin fokusnya sedikit goyah, ya. Jadi kalau sudah fokusnya hilang sedikit, itu poin pasti buat lawan,” terang Fredy.

“Dari segi peringkat, memang kalau dilihat dari hitam di atas putih, memang dia yang diunggulkan,” katanya.

Belajar dari jalannya partai final tersebut, Fredy menggarisbawahi pentingnya menjaga konsentrasi agar tidak membuang poin secara cuma-cuma di lapangan.

“Paling harus lebih siap lagi, lebih fokus, dan pokoknya jangan mati sendiri. Itu aja sih,” tegasnya.

Terkait strategi dan pemilihan jadwal kejuaraan ke depan, Fredy menyerahkan seluruh keputusan teknis kepada tim kepelatihan.

“Itu pelatih yang tahu, jadi kita ikuti arahan pelatih saja,” ujarnya.

Hasrat pria kelahiran 29 November 1991 ini untuk merebut kembali medali emas tunggal putra Asian Para Games pun masih tetap menyala.

“Sangat penasaran sih, tapi memang persiapannya harus lebih bagus lagi,” ungkap Fredy.

Jaga tradisi podium, tatap toad to LA 2028

Rekam jejak Fredy Setiawan di kancah para bulu tangkis internasional sarat akan prestasi prestisius. Sejak debut di Asian Para Games Incheon 2014, ia mengoleksi emas tunggal putra dan ganda campuran serta perak ganda putra. Di Jakarta 2018, ia mempersembahkan emas ganda putra dan beregu putra serta perak tunggal putra. Sementara di Hangzhou 2022, torehannya berlanjut lewat raihan perak ganda putra, perak ganda campuran, dan perunggu tunggal putra.

Di pentas dunia, Fredy telah mengamankan perunggu tunggal putra Paralimpiade Tokyo 2020, perak ganda campuran serta perunggu tunggal putra Paralimpiade Paris 2024, ditambah dua gelar juara di Kejuaraan Dunia BWF Para Badminton.

Setelah Nagoya, Fredy dijadwalkan turun di ajang Indonesia Open pada Desember mendatang sebelum memulai perburuan poin kualifikasi menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

“Targetnya ke depan bisa ikut Paralimpiade di LA. Jadi memang setelah ini persiapan lagi untuk Road to LA,” katanya.

“Mulai dari tahun depan, mulai dari bulan Juni atau Juli, mulai pengumpulan poin satu tahun. Dan biasanya diambil enam terbaik dari turnamen yang sudah disediakan oleh BWF,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Fredy mengapresiasi regenerasi atlet para bulu tangkis nasional yang dinilainya terus menunjukkan tren positif berkat kehadiran kompetisi berjenjang.

“Kalau regenerasi di Indonesia sebenarnya sudah cukup bagus, karena sudah ada pelatihan untuk pelajar juga, sudah banyak. Dan memang adanya Peparnas itu juga sangat membantu untuk regenerasi,” jelasnya. (ACwan/RaM)

Gen Z Takeaway

Dari perunggu di Hangzhou naik kelas jadi perak di Nagoya, konsistensi Fredy Setiawan beneran panutan! Nggak pernah absen naik podium sejak Asian Para Games 2014, atlet senior asal Solo ini tetap membumi meski dihadang unggulan dunia asal India di final. Evaluasi sudah dikantongi, target berikutnya jelas: tampil di Indonesia Open Desember nanti lalu tancap gas ngejar poin kualifikasi Road to Paralimpiade LA 2028!

Fredy Setiawan Asian Para Games 2026 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026

Infografis

Terkini